Berita

Ilustrasi suporter bola yang membentangkan spanduk bertuliskan tidak ada sepak bola seharga nyawa manusia/Net

Politik

Tanggung Jawab Tragedi Kanjuruhan, Kapolri Didesak Copot Nico Afinta dari Kapolda Jatim

RABU, 05 OKTOBER 2022 | 05:54 WIB | LAPORAN: ANGGA ULUNG TRANGGANA

Dampak tragedi Kanjuruhan yang menewaskan ratusan orang, tidak cukup hanya dengan mencopot AKBP Ferli Hidayat sebagai Kapolres Malang. Salah satu orang yang juga harus dicopot adalah Kapolda Jawa Timur, Irjen Nico Afinta.

Pandangan itu disampaikan oleh Wasekjen Kaderisasi Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB PMII) Ragil Setyo Cahyono, Selasa malam (4/10).

Ragil menjelaskan bahwa dalam aturan FIFA, sudah jelas aturan tentang larangan penggunaan gas air mata di Stadion bola.


"Stadium Safety and Security Regulation pasal 19 jelas melarang gas air mata dan senjata api masuk stadiun, tapi polisi melanggarnya," sesal Ragil kepada Kantor Berita Politik RMOL.

Ia meminta, tragedi ini harus segera diusut secara tuntas dan terang benderang.

Bukan hanya pihak polisi, Ragil mendesak, Panpel dan PT Liga Indonesia Baru (LIB) harus bertanggungjawab. Sebab, Panpel dan PT LIB telah mengabaikan anjuran untuk menggelar pertandingan sore hari. Sekaligus telah lalai dalam menegakkan UU 11/2022 tentang Keolahragaan terkait perlindungan suporter.

"Atas penolakan anjuran untuk menyelenggarakan pertandingan sore hari, LIB harus bertanggungjawab dan menanggung konsekuensi ini. Jangan hanya berfikir untung, tapi wajib memberikan jaminan keamanan dan kenyamanan," pintanya.

Selain itu, Ragil meminta, Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan untuk mundur dari jabatannya. Pasalnya, Ketua Cabang PMII Kota Malang periode 2017-2018 ini menilai, induk dari sepakbola nasional tersebut tak becus mengurus sepakbola.

Menurut lembaga penelitian Save Our Soccer (SOS), setidaknya sudah ada 78 suporter bola yang tewas sejak Januari 1995 sampai Juni 2022. Tragedi Kanjuruhan ini, sebut Ragil menjadi pilu mendalam bagi dunia sepakbola tanah air.

"Sepakbola tanah air belum memperlihatkan tren positif dalam aspek keamanan dan keselamatan penonton. Maka Iwan Bule harus mundur dari Jabatannya," ungkapnya.

Secara tegas, Alumnus Universitas Negeri Malang ini menyatakan bahwa tragedi Kanjuruhan bukan bentrok Suporter antara Aremania dengan Bonek. Oleh karena itu, investigasi kepolisian harus memperoleh hasil yang akurat dan transparan.

Ia mengajak masyarakat Indonesia agar mengawal proses penyelidikan tragedi Kanjuruhan dan mendapatkan hasil yang benar-benar valid.

"Dan tidak ada keberpihakan aparat," pungkasnya.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

UPDATE

Terbuka Peluang Duetkan Pramono-AHY di 2029

Jumat, 11 September 2026 | 06:21

Komnas Palestina Salurkan 300.000 Liter Air Bersih ke Gaza

Jumat, 11 September 2026 | 06:08

Buku 'Islam Ala Prabowo' Bukan Produk MUI

Jumat, 11 September 2026 | 05:31

Tak Ada Alasan MK Menolak Gugatan Denny Indrayana Cs

Jumat, 11 September 2026 | 05:14

Kemenhaj Tutup Celah Jual Beli Antrean Haji Khusus

Jumat, 11 September 2026 | 05:04

Tiket Termurah Persija vs Persib Rp150 Ribu, Termahal Rp1,5 Juta

Jumat, 11 September 2026 | 04:24

Pansus Papua DPD RI Harus Bongkar Akar Konflik

Jumat, 11 September 2026 | 04:00

Perampasan Aset: Keharusan Hukum vs Kecemasan Publik

Jumat, 11 September 2026 | 03:39

Kudu Yakin Persib Libas Persija 2-0

Jumat, 11 September 2026 | 03:18

Terima Aspirasi Buruh

Jumat, 11 September 2026 | 03:00

Selengkapnya