Berita

Ketua Umum GNPF-Ulama, Ustaz Yusuf Martak/Net

Politik

Anies Baswedan jadi Bacapres Nasdem, GNPF-Ulama hingga PA 212 Tunggu Komando HRS Tentukan Capres yang Didukung

SELASA, 04 OKTOBER 2022 | 07:52 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Meskipun Anies Baswedan sudah dideklarasikan sebagai bakal calon presiden (bacapres) dari Partai Nasdem, sejumlah pihak masih belum ambil putusan untuk memberikan dukungan atau tidak.

Seperti Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Ulama (GNPF-Ulama) yang hingga saat ini belum memutuskan siapa calon presiden yang akan didukung.

"Karena kami GNPF-Ulama, FPI, dan PA 212 selalu satu kemando dengan HRS (Habib Rizieq Shihab)," ucap Ketua Umum (Ketum) GNPF-Ulama, Ustaz Yusuf Martak, kepada Kantor Berita Politik RMOL, Selasa (4/10).


"InsyaAllah pada waktunya kita akan membahas serta menentukan sikap, menyikapi pergerakan perpolitikan menjelang Pemilu 2024. Mohon doanya saja," imbuh Ustaz Yusuf.

Yusuf menjelaskan, pihaknya masih akan melihat perkembangan siapa capres dan cawapres, pun soal partai apa saja yang akan berkoalisi. Setelah itu, dalam memutuskan sikap, Habib Rizieq dan para ulama akan menggelar musyawarah besar.

"Dalam memutuskan, HRS dan kita akan melalui musyawarah besar yang melibatkan para ulama dan para tokoh umat dan tokoh nasional yang terlibat," papar Yusuf.

Meski demikian, Yusuf menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas keberanian Partai Nasdem yang sudah mendeklarasikan Anies sebagai capresnya.

"Dan InsyaAllah berikutnya akan menyusul partai politik lain akan bergabung dengan Nasdem demi menyusun strategi membangun dan menyelamatkan kelangsungan berbangsa dan bernegara," kata Yusuf.

Yang mana, tegas Yusuf, saat ini negara sedang mengalami banyak kendala dan permasalahan dalam pengolahan pemerintahan dan mewaspadai perilaku aparat yang selalu mengedepankan tindakan represif kepada rakyat.

"Serta mengandalkan kekuatan dan kewenangan dalam mengelola negara besar yaitu NKRI," pungkas Yusuf.

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

UPDATE

OKI Kecam Serangan Houthi ke Makkah dan Madinah

Minggu, 25 Oktober 2026 | 10:17

Jakarta Running Festival Jadi Role Model Ajang Lari Nasional

Minggu, 25 Oktober 2026 | 10:01

Carbon Capture di Petrokimia Gresik Berpeluang Kurangi Impor Soda Ash

Minggu, 25 Oktober 2026 | 09:47

KPK Bantah Kembali Sita Uang Rp40 Juta dari Salah Satu PCNU Terkait Muktamar NU

Minggu, 25 Oktober 2026 | 09:27

Mantan Panglima TNI Pertama dari Angkatan Laut Widodo AS Wafat

Minggu, 25 Oktober 2026 | 09:12

Aksi Iklim Lintas Iman Desak Siklus Karhutla Tahunan Segera Diputus

Minggu, 25 Oktober 2026 | 09:02

Akuisisi Saham BYAN Haji Isam Sejalan dengan UU Minerba

Minggu, 25 Oktober 2026 | 08:44

Bill Gates: AI Bisa Picu Gejolak Ekonomi dan Sosial Selama 20 Tahun

Minggu, 25 Oktober 2026 | 08:43

Kehadiran Kopdes Bawa Harapan untuk Ekonomi Desa

Minggu, 25 Oktober 2026 | 08:19

Pesantren Didorong Ikut Terlibat dalam Pencegahan Karhutla

Minggu, 25 Oktober 2026 | 08:05

Selengkapnya