Berita

Kerusuhan di Stadion Kanjuruhan, Malang/Net

Publika

Catatan Atas Tragedi Liga 1 BRI yang Telan Korban 200-an Warga Tidak Berdosa

OLEH: MUKHAMAD MISBAKHUN*
SENIN, 03 OKTOBER 2022 | 08:14 WIB

ADA beberapa warga di Dapil saya yang menjadi korban dari kasus Tragedi Stadioan Kanjuruhan Malang. Karena jarak antara Pasuruan-Probolinggo sangat dekat dengan Malang, apalagi setelah adanya jalan tol.

Warga Pasuruan dan Probolinggo kalau tidak menjadi pendukung klub sepak bola kebanggaan kota mereka. Mereka menjadi ultras bagi Aremania atau Bonek Bajul Ijo Persebaya. Bahkan jembatan fly over tidak jauh dari rumah Ibu saya bergambar wajah Bonek Persebaya yang ikonik.

Tragedi paling hitam dalam sejarah sepak bola dunia terjadi di zaman modern dan terjadi di Indonesia. Ada hampir 200 nyawa anak manusia hilang dari usia balita, dewasa, sampai orang tua.


Tragedi ini seperti kutukan Tuhan yang diberikan kepada sepak bola Indonesia akibat dari akumulasi perbuatan dosa yang bertumpuk-tumpuk sejak sangat lama mulai dari mafia bola, mafia wasit, politisasi sepak bola sebagai olah raga untuk kepentinan politik, kasus pencurian umur, kompetisi amatir berbau bayaran, kasus naturalisasi pemain dengan jalan pintas tanpa memperhatikan aspek pembinaan, masuk timnas dengan bayaran, organisasi PSSI yang tidak kredibel, klub sepak bola profesional yang pantas diduga dipakai untuk ’money laundering’, sponsorship dengan sistem setengah ‘injak kaki’, klub sepak bola kebanggaan kota yang dipakai untuk membobol APBD daerah dengan mental korupsi, aparat keamanan yang memanfaatkan pertandingan bola untuk cari ‘persenan’ biaya pengamanan dari penjualan tiket karena pengamanan pertandingan bola tidak ada di APBN atau APBD.

Semua dosa bertumpuk itu, hari itu pada 1 Oktober 2022 di Stadion Kanjuruhan, dalam prasangka saya manusia yang lemah, apakah dijadikan oleh Tuhan sebagai kutukan untuk kita belajar memperbaiki semua kesalahan.

Momentum Bapak Presiden Jokowi untuk memperbaiki bangsa ini dilengkapkan, termasuk urusan sepak bola pada penghujung kekuasaannya.

Maukah bangsa ini mengambil pelajaran dan hikmah? Supaya hampir 200 nyawa yang hilang itu tidak menjadi sia-sia. Tugas kita manusia yang masih hidup ini menjadi berakal atau menjadi makin bodoh itu adalah pilihan.

*Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

UPDATE

Fakta Sidang Blueray Cargo: Kode BC1 Mengarah ke Djaka Budi Utama

Senin, 15 Juni 2026 | 18:15

Anak Buah Bahlil Irit Bicara Usai 7 Jam Diperiksa KPK

Senin, 15 Juni 2026 | 18:08

KPU Patok Anggaran Rp4,6 Triliun di Tahapan Awal Pemilu 2029

Senin, 15 Juni 2026 | 17:59

IHSG-Rupiah Menguat Sore Ini Usai AS-Iran Sepakat Damai

Senin, 15 Juni 2026 | 17:47

Demo Mahasiswa Ucapkan Selamat Atas Kegagalan Prabowo-Gibran

Senin, 15 Juni 2026 | 17:46

Wapres Gibran Terima Perwakilan Mahasiswa di Tengah Unjuk Rasa

Senin, 15 Juni 2026 | 17:23

Sifra Kejar Cita-cita di Sekolah Rakyat Demi Bantu Orang Tua Disabilitas

Senin, 15 Juni 2026 | 17:19

Demi Kepercayaan Masyarakat, Mahasiswa UBK Desak MBG Dihentikan

Senin, 15 Juni 2026 | 17:06

Komisi II DPR: KPU dan Bawaslu akan Tetap Eksis di 2027

Senin, 15 Juni 2026 | 16:47

DPR Minta Kejagung Tingkatkan Anggaran Perkara untuk Kejati dan Kejari

Senin, 15 Juni 2026 | 16:47

Selengkapnya