Berita

Sekretaris Government Watch, Andi W Syahputra/Net

Publika

Kuasa Moral Seorang Advokat

OLEH: ANDI W SYAHPUTRA*
KAMIS, 29 SEPTEMBER 2022 | 18:44 WIB

PADA prinsipnya, tak ada larangan seorang advokat untuk membela kliennya, terutama dalam membela seseorang atas perbuatan pidana yang disangkakanya. Sebab, advokat dalam menjalankan tugas profesinya terikat pada kode etik profesi advokat dan peraturan perundang-undangan.

Bahkan seorang advokat dapat dikenai tindakan apabila melakukan pelanggaran terhadap peraturan perundang-undangan, sumpah/janji advokat atau kode etik profesi advokat (lihat Pasal 6 huruf e dan huruf f UU 18/2003 tentang Advokat/”UU Advokat”).

Sebaliknya, dalam Pasal 4 ayat (2) UU Advokat, mengatur tentang perbuatan advokat jika menolak klien yang butuh pendampingan hukum lantaran dianggap sebagai sebagai pelanggaran dari KEAI. Salah satu sumpah/janji yang diucapkan advokat berbunyi:


”Bahwa saya tidak akan menolak untuk melakukan pembelaan atau memberi jasa hukum di dalam suatu perkara yang menurut hemat saya merupakan bagian daripada tanggung jawab profesi saya sebagai seorang advokat.”

Namun jangan juga dilupakan, di dalam Kode Etik Profesi Advokat (“KEAI”) advokat juga dibolehkan atau bahkan diwajibkan �" dalam kondisi-kondisi tertentu untuk menolak perkara atau memberikan bantuan hukum kepada calon klien, atau mengundurkan diri dari pengurusan perkara kliennya.

Tentu dalam konteks ini, perbuatan pidana seperti apa yang mesti dihindari oleh advokat tidak ada penafsiran baku.

Oleh sebab itu, dalam konteks kasus Sambo yang secara nyata dapat dikualifikasi sebagai  perbuatan pembunuhan berencana secara sadis di luar perikemanusiaan dan telah banyak menyita waktu perhatian publik, maka siapa pun advokat, terutama bagi advokat yang selama ini dikenal gigih memperjuangkan keadilan masyarakat akan menilai bahwa kasus semacam ini harus dihindari untuk dilakukan pendampingan sebagai klien.

Nuansa dan faktor keadilan dan menyita perhatian luas publik harus menjadi faktor dominan sebagai pertimbangan bagi advokat untuk menolak jika ada permintaan Ferdy Sambo dan keluarga untuk didampingi. Sebab, publik belum sepenuhnya memahami benar fungsi advokat sebagai profesi hukum.

Selama ini pandangan publik yang belum utuh dalam menilai kinerja profesi advokat justru akan berdampak pada penilaian negatif atas prosesi advokat. Terutama publik kerap kali memosisikan profesi advokat sebagai pihak yang membela yang bayar. Apalagi advokat tersebut merupakan veteran dari institusi penegakan hukum yang selama ini dikenal publik sebagai pembela keadilan masyarakat.

Karena tak ada larangan atau alasan untuk menolak dan atau menerima seorang klien, maka sebelumnya advokat kondang Hotman Paris pernah menolak untuk mendampingi FS dan keluarganya karena lebih pada pertimbangan nurani dan melukai hati masyarakat yang tengah mencari keadilan, di samping juga kesibukan dirinya selaku advokat senior.

Lantas, kenapa banyak advokat senior yang juga melakukan penolakan? Mungkin punya alasan serupa dengan Hotman Paris. Dalam kasus lain, advokat senior Bambang Widjojanto dan Prof Denny Indrayana pernah mundur selaku pengacara tersangka korupsi Mardani Maming lantaran selepas mengetahui posisi kasus korupsi yang tengah ditanganinya.

Sebaliknya pula, apabila ada advokat yang menerima FS dan keluarganya sebagai kliennya, boleh jadi advokat tersebut tengah mengalami erosi moral, di samping boleh jadi ada pertimbangan lain di luar kuasa moral selaku advokat. Sehingga advokat tersebut tak memperdulikan penilaian dan rasa keadlilan publik.

Pakar Hukum dan Sekretaris Government Watch

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Harga Emas Antam Hari Ini Kembali Pecah Rekor

Selasa, 13 Januari 2026 | 10:12

Kritik Pandji Tak Perlu Berujung Saling Lapor

Selasa, 13 Januari 2026 | 10:05

AHY Gaungkan Persatuan Nasional di Perayaan Natal Demokrat

Selasa, 13 Januari 2026 | 10:02

Iran Effect Terus Dongkrak Harga Minyak

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:59

IHSG Dibuka Menguat, Rupiah Melemah ke Rp16.872 per Dolar AS

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:42

KBRI Beijing Ajak WNI Pererat Solidaritas di Perayaan Nataru

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:38

Belajar dari Sejarah, Pilkada via DPRD Rawan Picu Konflik Sosial

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:31

Perlu Tindakan Tegas atas Konten Porno di Grok dan WhatsApp

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:30

Konflik Terbuka Powell dan Trump: Independensi The Fed dalam Ancaman

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:19

OTT Pegawai Pajak Momentum Perkuat Integritas Aparatur

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:16

Selengkapnya