Berita

Ketua DPP Partai Demokrat Herman Khaeron/Net

Politik

Merasa Diserang, Demokrat Ajak PDIP Buka-bukaan Biar Fair

KAMIS, 29 SEPTEMBER 2022 | 15:31 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

DPP Partai Demokrat menyesalkan sikap PDIP yang dinilai terlalu mencampuri urusan internal Partai Demokrat, usai Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengendus adanya dugaan Pemilu 2024 akan berjalan tidak jujur dan adil. Sebab, pernyataan SBY ditujukan untuk semua pihak.

Begitu yang disampaikan Ketua DPP Partai Demokrat Herman Khaeron dalam diskusi Dialektika Demokrasi bertajuk “Benarkah Pemilu 2024 Curang?”, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (29/9).

“Kalau mau menjelekan mah banyak celah, saya akan berbicara jelek tentang Pemilu 2014, 2019, tapi saya gak mau bicara itu. Justru tudingan tudingan bahwa terjadi kecurangan pemilu di 2009 itu jahat. Kan ada penyelenggaranya di situ. Jadi, kalau mau kemudian menjelekan-jelekan setumpuk saya,” tegasnya.


Herman menambahkan, pernyataan SBY dalam Rapimnas Partai Demokrat merupakan forum internal. Sehingga, pihak luar termasuk PDIP tidak seyogyanya mencampuri urusan internal partai besutan SBY tersebut.

“Kita biasa bertarung, sama saja gak ada masalah. Kemudian ditarik-tarik kepada konvensi segala macam kok masuk dapur saya gitu lho, dapur saya kok. Kita bicara ya di rumah saya, tetangga sebelah meributkan pembicaraa kami di dalam, lho gimana ini? Jadi, ini kan forum internal kami, di rumah tangga lagi bicara, lagi ngobrol, tiba-tiba sebelah kemudian kok nyerang-nyerang sebelah!” sesalnya.

Herman menjelaskan, maksud SBY soal potensi Pemilu 2024 berjalan tidak jujur dan adil sedianya dijadikan evaluasi untuk bersama-sama membangun demokrasi yang berkualitas di hajatan lima tahunan nanti.

“Pak SBY mengajak ayok kita membangun gerakan moral supaya betul-betul ini. Nah penekanan jahat bukan itu berarti mengandung arti eh SBY selama dua periode memipimin 10 tahun tidak pernah menjalankan politik politik yang seperti ini. Itu untuk meyakinkan bahwa pemerintahan pada saat itu tidak pernah mencampuradukan posisi sebagai kepala negara kepala pemerintahan dengan pesta demokrasi,” jelasnya.

Atas dasar itu, Herman mengajak PDIP dalam ini Masinton Pasaribu yang juga menjadi narasumber dalam diskusi tersebut untuk buka-bukaan agar fair.

“Coba liat ajalah sejarah, ayok kalau mau buka-bukan, kita buka semuanya (biar) fair. Nah lebih baik sekarang tos-tosan. Itu Pak Masinton maksud saya,” pungkasnya.

Selain Herman Khaeron, hadir dalam diskusi tersebut antara lain Politikus PDIP Masinton Pasaribu, Ketua Bawaslu RI Rahmat Bagja, Pengamat Politik dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Pangi Syarwi Chaniago.



Populer

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

Fenomena, Warga Sumsel Ramai-Ramai Siarkan Banjir Secara Live

Minggu, 05 April 2026 | 21:48

Besok Jusuf Kalla Laporkan Rismon Sianipar ke Bareskrim Polri

Minggu, 05 April 2026 | 21:29

Kejagung Periksa Kajari Karo Danke Rajagukguk

Minggu, 05 April 2026 | 20:57

Rekan Akmil Kenang Dedikasi Mayor Zulmi di Medan Tugas

Minggu, 05 April 2026 | 20:47

LPSK: RUU PSDK Harus Perkuat SIstem Perlindungan Saksi dan Korban

Minggu, 05 April 2026 | 20:31

JK: Saya Kenal Roy Suryo, Tapi Tak Pernah Danai Isu Ijazah Jokowi

Minggu, 05 April 2026 | 19:58

Simpan Telur di Kulkas, Dicuci Dulu atau Tidak?

Minggu, 05 April 2026 | 19:56

BRIN Ungkap Asa-Usul Cahaya Misterius di Langit Lampung

Minggu, 05 April 2026 | 19:15

Mayor Anumerta Zulmi Salah Satu Prajurit Terbaik Kopassus

Minggu, 05 April 2026 | 18:51

Terendus Skema Gulingkan Prabowo Lewat Rekayasa Krisis dan Kerusuhan

Minggu, 05 April 2026 | 18:33

Selengkapnya