Berita

Komisaris Dewan Perdamaian dan Keamanan Uni Afrika, BankoleAdeoye/Net

Dunia

Muak dengan Kinerja Staf yang Lambat, Komisaris Perdamaian dan Keamanan Uni Afrika, Bankole Adeoye Layangkan Surat Bernada Pedas

KAMIS, 29 SEPTEMBER 2022 | 14:18 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Selama beberapa minggu terakhir, Duta Besar Nigeria yang juga menjabat sebagai Komisaris Perdamaian dan Keamanan Uni Afrika (UA) Bankole Adeoye merasa terganggu dengan kinerja para staf yang kerap menunda pertemuan dewan karena alasan kurangnya persiapan.

Kekesalan yang sudah memuncak tersebut, Adeoye lampiaskan dengan melayangkan sebuah surat bernada pedas yang ia kirimkan pada seluruh staf di bawah tanggung jawabnya pada Senin (5/9).

Menurut sebuah artikel pers dari majalah Africa Intelligence yang diterbitkan pada Senin (26/9), surat tersebut berisi ancaman Adeoye terhadap beberapa kepala departemen dan staf tertentu yang dinilai kurang bekersama dalam mempersiapkan sesi pertemuan Dewan Perdamaian dan Keamanan UA.


Menurut badan Intelijen Afrika, surat berjudul "Dokumen kerja untuk proses dewan perdamaian dan keamanan" yang dikeluarkan Adeoye itu terdiri dari tiga halaman.

Lembar pertama berisi konsekuensi manajerial bagi para staf yang terus mengabaikan aturan dan tidak serius dalam mempersiapkan acara.

Sementara halaman kedua sepenuhnya berisi semua catatan konsep, pengarahan dan laporan evaluasi yang ditujukan untuk Adeoye secara pribadi, serta untuk ketua komisi UA, Chadian Moussa Faki Mahamat.

BankoleAdeoye menjadi komisaris Dewan Perdamaian dan Keamanan setelah 55 anggota lembaga persatuan tersebut memilihnya dalam KTT UA pada Februari 2021 di Addis Ababa.

Sebelumnya, Adeoye sempat menjadi kepala Staf Sekretaris  New Partnership for Africa's Development (Nepad)) di Afrika Selatan, sebelum ditugaskan sebagai duta besar Nigeria untuk Ethiopia pada tahun 2018.

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

Kubu Jokowi Bergerak Senyap untuk Jatuhkan Prabowo

Rabu, 25 Maret 2026 | 06:15

UPDATE

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Dirgahayu Pandeglang ke-152, Gong Salaka!

Rabu, 01 April 2026 | 18:04

Klaim Nadiem Dipatahkan Jaksa: Rekomendasi JPN Tak Dilaksanakan

Rabu, 01 April 2026 | 18:03

Kasus Dugaan Pelecehan Seksual Macet, Legislator Golkar Koordinasi dengan APH

Rabu, 01 April 2026 | 17:40

Pariwisata Harus Serap Banyak Tenaga Kerja Lokal

Rabu, 01 April 2026 | 17:24

Harta Gibran Tembus Rp 27,9 Miliar di LHKPN 2025

Rabu, 01 April 2026 | 17:03

Purbaya Pede Defisit APBN 2026 di Bawah 3 Persen

Rabu, 01 April 2026 | 17:00

Kenaikan Harga BBM Nonsubsidi Sulit Dihindari

Rabu, 01 April 2026 | 16:51

Menaker Yassierli Imbau Swasta dan BUMN Terapkan WFH Sehari dalam Sepekan

Rabu, 01 April 2026 | 16:51

Selisih Harga BBM Nonsubsidi Ditanggung Pertamina

Rabu, 01 April 2026 | 16:44

Selengkapnya