Berita

Ketua Umum Partai Persatuan Indonesia (Perindo), Hary Tanoesoedibjo/RMOL

Politik

Ciptakan Kader Mumpuni Politik, Hary Tanoe Launching Akademi Perindo

SELASA, 27 SEPTEMBER 2022 | 18:49 WIB | LAPORAN: BONFILIO MAHENDRA

Partai Persatuan Indonesia (Perindo) meluncurkan sekolah partai yang disebut dengan Akademi Perindo.

Acara peluncuran (launching) tersebut dihadiri Ketua Umum Partai Persatuan Indonesia (Perindo), Hary Tanoesoedibjo (HT) beserta jajaran di MNC Conference Hall, Gedung iNews, Jalan Kebon Sirih, Selasa (27/9).

Dalam acara tersebut Hary Tanoe menginginkan kader-kader muda Partai Perindo menjadi politisi yang selaras dengan visi-misi partai.


"Kami Partai Perindo menunjukkan komitmen untuk memulai politik partai yang tujuannya untuk membentuk kader-kader dari Perindo untuk jadi politisi yang mempuni sesuau perjuangan bangsa Undonesia dan Perindo," kata Hary Tanoe.

Selain itu, melalui sekolah pengkaderan ini besar harapan Hary Tanoe kadernya mampu menciptakan sesuatu yang berbeda dalam hal politik.

Semisal, lapangan pekerjaan bagi warga yang belum bekerja di usia produktif.

"Kita berani untuk berbeda, intinya mempercepat jadi masyarakat produktif sehingga makin banyak dan cepat tumbuhnya disitu titik balik Indonseia karrna pencipataan lapangan kerja lebih massif," kata Hary Tanoe.

"Ini adalah perjuangan dalam rangka mempercepat pertumbuhan ekonomi Indonesia sehingga kesenjangan lebih cepat diatasi disitu persatuan dan kesatuan dapat dikokohkan dengan kuat," sambungnya.

Hary Tanoe juga secara resmi melantik pengurus Akademi Perindo, berikut susunannya, Direktur Eksekutif, Heri Budianto; Wakil Direktur Eksekutif I, Arief Budiman; dan Wakil Direktur Eksekutif II, Nanang Firdaus Masduki.

Dia meminta agar pengurus Akademi Perindo menyusun pengurus organisasi dalam waktu dekat.

"Saya ucapkan selamat para pimpinan pengurus pak Heri Budianto dan Mas Arief Budiman terus terang besarnya kemajuan sangat bergantung pada bapak-bapak bertiga, segera susun pengurus yang solid," kata Hary Tanoe.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Sultan Usul Hanya Gubernur Dipilih DPRD

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:08

Menlu Serukan ASEAN Kembali ke Tujuan Awal Pembentukan

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:03

Eks Bupati Dendi Ramadhona dan Barbuk Korupsi SPAM Diserahkan ke Jaksa

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:00

Hakim Ad Hoc: Pengadil Juga Butuh Keadilan

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:59

Mens Rea Pandji: Kebebasan Bicara Bukan Berarti Kebal Hukum

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:50

Pemblokiran Grok Harus Diikuti Pengawasan Ketat Aplikasi AI

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:37

Alasan Pandji Pragiwaksono Tak Bisa Dijerat Pidana

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:31

Korupsi Aluminium Inalum, Giliran Dirut PT PASU Masuk Penjara

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Raja Juli Tunggu Restu Prabowo Beberkan Hasil Penyelidikan ke Publik

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Hakim Ad Hoc Ternyata Sudah 13 Tahun Tak Ada Gaji Pokok

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:23

Selengkapnya