Berita

Tokoh pemuda Papua, Martinus Kasuay/Net

Politik

Pemuda Papua Nilai Kasus Lukas Enembe Murni Hukum, Bukan Politik

MINGGU, 25 SEPTEMBER 2022 | 11:04 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Sudah sewajarnya siapa pun yang bersalah harus diberi sanksi hukuman pidana sesuai dengan proses hukum yang berlaku, termasuk Gubernur Papua Lukas Enembe yang kini menjadi tersangka di KPK.

Begitu kata tokoh pemuda Papua, Martinus Kasuay yang mendorong percepatan proses hukum kasus dugaan korupsi Gubernur Papua, Lukas Enembe di KPK.

Martinus yang juga Sekretaris Barisan Merah Putih di Sentani, Jayapura, Papua ini menekankan bahwa kasus korupsi yang menjerat Gubernur Lukas merupakan kasus pribadi dan tidak ada kaitannya dengan politisasi ataupun kriminalisasi.


"Kasusnya murni kaitannya dengan hukum," ujar Martinus dalam keterangannya, Minggu (25/9).

Martinus meyakini, di Indonesia, tidak ada masyarakat yang kebal hukum meskipun orang tersebut mempunyai jabatan di pemerintahan. Untuk itu, Martinus mendorong semua pihak yang terlibat dalam kasus korupsi Gubernur Lukas untuk diperiksa dan diproses hukum jika terbukti bersalah.

Dengan demikian, Martinus meminta dan mengimbau kepada seluruh masyarakat Papua untuk memahami bahwa semua proses hukum yang berlangsung saat ini tidak boleh diganggu atas dasar kepentingan tertentu.

"Penegakan hukum kasus korupsi Gubernur Lukas Enembe harus dituntaskan karena Indonesia merupakan negara hukum," pungkas Martinus.

Populer

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Modal Asing Keluar Rp7,71 Triliun, BI Catat Tekanan di SBN pada Pertengahan Januari 2026

Jumat, 16 Januari 2026 | 08:05

Dolar AS Menguat ke Level Tertinggi Enam Pekan

Jumat, 16 Januari 2026 | 07:56

Kejauhan Mengaitkan Isu Ijazah Jokowi dengan SBY–AHY

Jumat, 16 Januari 2026 | 07:48

RUU Perampasan Aset Jangan Jadi Alat Menyandera Lawan Politik

Jumat, 16 Januari 2026 | 07:40

Jenazah 32 Tentara Kuba Korban Serangan AS di Venezuela Dipulangkan

Jumat, 16 Januari 2026 | 07:33

Bursa Eropa: Efek Demam AI Sektor Teknologi Capai Level Tertinggi

Jumat, 16 Januari 2026 | 07:16

Emas Tak Lagi Memanas, Tertekan Data Tenaga Kerja AS dan Sikap Moderat Trump

Jumat, 16 Januari 2026 | 07:06

Wajah Ideal Desa 2045

Jumat, 16 Januari 2026 | 06:50

TPU Tegal Alur Tak Tersangkut Lahan Bersengketa

Jumat, 16 Januari 2026 | 06:23

Kemenkes Siapkan Rp1,2 Triliun untuk Robotik Medis

Jumat, 16 Januari 2026 | 06:04

Selengkapnya