Berita

Direktur Eksekutif Pusako Feri Amsari/RMOL

Politik

Sindir Penguasa, Pusako: Tittle Presiden Melekat Seumur Hidup, Harus Beri Contoh

JUMAT, 23 SEPTEMBER 2022 | 18:48 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Isu konstitusi tidak melarang presiden dua periode maju menjadi calon wakil presiden (Cawapres) disoal banyak pihak. Salah satunya oleh Pusat Studi Konstitusi (Pusako).

Direktur Eksekutif Pusako Feri Amsari menjelaskan, dalam kebudayaan ketatanegaraan Indonesia sangat dijunjung tinggi perihal etika.

"Tidak elok kiranya dalam tradisi ketatanegaraan seorang presiden yang sudah dua periode lalu memilih menjadi Wapres," ujar Feri kepada Kantor Berita Politik RMOL, Jumat (23/9).


Akademisi Universitas Andalas ini mensinyalir, munculnya wacana presiden dua periode bisa menjadi Cawapres yang disampaikan Jurubicara Mahkamah Konstitusi (MK), Fajar Laksono, berpotensi memunculkan gugatan norma pencalonan presiden.

Jika pun hal itu terjadi, dan akhirnya presiden dua periode yang kini menjabat maju sebagai Cawapres di Pilpres 2024, maka publik akan berpikiran miring terhadap yang bersangkutan.

"Kesannya yang didapat adalah presiden sangat tamak dan ingin selalu berkuasa dan terus berada di lingkaran kekuasaan," tuturnya.

Yang membuat Feri heran, tittle "presiden" yang sebenarnya tidak pernah dicabut, baik bagi mereka yang sudah menjabat presiden selama satu atau dua periode, malah ingin menjadi wakil presiden (Wapres).

Karena, secara otomatis tittle yang sebelumnya melekat adalah "presiden", otomatis akan berubah menjadi wapres, jika nantinya dia terpilih pada pemilu selanjutnya dan menjabat.

"Masa seorang yang sudah ada title-nya presiden seumur hidupnya menyandang tittle itu, walaupun tidak menjabat tidak berkuasa lalu kemudian rela turun jabatannya menjadi wakil presiden," katanya.

"Oleh karena itu, dia seorang presiden sekaligus warga negara yang baik harus memberikan contoh," demikian Feri.

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Kerumunan Massa saat Jokowi ke NTT Direkayasa

Senin, 03 Agustus 2026 | 13:39

Wewenang Ditjen Bea Cukai Sudah Melampaui Namanya

Minggu, 02 Agustus 2026 | 02:12

Pergantian Panglima TNI, Kapolri, dan Jaksa Agung Jadi Ujian Kekuatan Prabowo

Senin, 03 Agustus 2026 | 18:10

UPDATE

Usulan PPPK Jadi ASN Pusat Sejalan dengan Komitmen Prabowo

Selasa, 11 Agustus 2026 | 10:24

Emas Antam Terbang Rp20.000, Tembus Rp2,71 Juta per Gram Pagi Ini

Selasa, 11 Agustus 2026 | 10:23

Komisi III DPR Minta Penyebar Hoaks Kerusuhan Berbayar Diberantas

Selasa, 11 Agustus 2026 | 10:13

Bukan Cuma Hapus Konten, Penyebar Hoax Harus Diproses Hukum

Selasa, 11 Agustus 2026 | 10:07

Produk Newport Panen Kecaman, Promosi Tukar Hafal Ayat Suci dengan Miras

Selasa, 11 Agustus 2026 | 10:06

Puluhan Ribu Warga Padati Tunas Bumi Fest 2026 di Wonosobo

Selasa, 11 Agustus 2026 | 10:05

Disambut Sholawat, Gus Yaqut Siap Hadapi Sidang Dakwaan Korupsi Kuota Haji

Selasa, 11 Agustus 2026 | 09:56

Pemulihan Ekosistem Harus Dilakukan Secara Serentak

Selasa, 11 Agustus 2026 | 09:54

Trump Media Tekor 238 Juta Dolar AS, Saham Ambruk 8 Persen

Selasa, 11 Agustus 2026 | 09:53

Ruang Amal Indonesia Siapkan 50 Warga Kurang Mampu Tembus Industri Tekstil

Selasa, 11 Agustus 2026 | 09:49

Selengkapnya