Berita

Presiden Joe Biden di hadapan Majelis Umum PBB, Rabu 21 September 2022/Net

Dunia

Untuk Pertama Kali Sejak 1971 Presiden AS Menyebut Nama Taiwan di Majelis Umum PBB

JUMAT, 23 SEPTEMBER 2022 | 09:13 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Meskipun masih berpegang pada prinsip satu-China, konsistensi Presiden Joe Biden untuk mendukung Taiwan kembali dibuktikan dengan pernyataannya di hadapan Majelis Umum PBB.

Ini merupakan pertama kalinya seorang Presiden Amerika menyebut nama Taiwan di forum tahunan PBB, menyerukan penentangannya terhadap setiap perubahan sepihak terhadap “status quo” di Selat Taiwan.

“Kami berusaha untuk menegakkan perdamaian dan stabilitas di Selat 'Taiwan'. Kami tetap berkomitmen pada kebijakan 'satu-China' kami, yang telah membantu mencegah konflik selama empat dekade, dan kami terus menentang perubahan sepihak dalam status quo oleh kedua pihak,” katanya Biden pada Rabu, seperti dikutip dari Taipei Times, Jumat (23/9).


Di Taipei, Kementerian Luar Negeri mengatakan referensi seperti itu oleh seorang pemimpin AS di forum PBB sebagai sesuatu yang jarang terjadi.

Stasiun televisi TVBS mengatakan itu adalah penyebutan pertama sejak 1971, mengutip informasi yang diberikan oleh kantor perwakilan Taiwan di Washington.

Republik China, nama resmi Taiwan, meninggalkan PBB pada tahun 1971 dan digantikan oleh Republik Rakyat China. Taiwan sejak itu dikeluarkan dari badan global dan agensinya.

Dalam pernyataan Rabu Biden mengatakan Washington tidak menginginkan konflik dengan Beijing dan tidak meminta negara lain untuk memilih di antara keduanya.

“Saat kami mengelola tren geopolitik yang berubah, Amerika Serikat akan bertindak sebagai pemimpin yang masuk akal. Kami tidak mencari konflik. Kami tidak mencari perang dingin. Kami tidak meminta negara mana pun untuk memilih antara Amerika Serikat atau mitra lainnya, ”katanya.

“Tetapi Amerika Serikat tidak akan malu-malu dan mempromosikan visi kami tentang dunia yang bebas, terbuka, aman, dan sejahtera, dan apa yang kami tawarkan kepada komunitas bangsa-bangsa," ujar Biden.

Pernyataan Biden tentang hubungan lintas selat datang tiga hari setelah dia menegaskan kembali bahwa pasukan AS akan membela Taiwan jika terjadi invasi China, pernyataan paling jelas yang dia buat tentang masalah ini sejak menjabat.

Selama beberapa dekade terakhir, AS telah mempertahankan sikap yang dicirikan sebagai "ambiguitas strategis" mengenai apakah mereka akan membela Taiwan jika China menyerang negara itu.

Sejak menjabat pada Januari tahun lalu, Biden telah berulang kali menggunakan bahasa yang tampaknya menyimpang dari kebijakan lama ini.

Pada setiap kesempatan ini, pejabat pemerintahan Biden kemudian menarik kembali komentarnya dan memberi isyarat bahwa kebijakan AS di Taiwan tidak berubah.

Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

KPK Periksa Pejabat Pemprov Jatim di Kasus Dana Hibah

Senin, 13 Juli 2026 | 14:40

UPDATE

Manifesto PRD 1996: Ketika Sekelompok Anak Muda Membuat Penguasa Susah Tidur

Kamis, 23 Juli 2026 | 16:27

Kanada Minta Warganya Waspadai Wabah Cyclospora sebelum Bepergian ke AS

Kamis, 23 Juli 2026 | 16:16

BRI Peduli Buka Jalan UMKM Mebel Sukoharjo Tembus Pasar Global

Kamis, 23 Juli 2026 | 16:10

Ganti Kapolri dan Jaksa Agung Diusulkan Barengan

Kamis, 23 Juli 2026 | 16:06

Kemnaker Jamin 134 Pegawai PT Amos Terima Pesangon Rp12,7 Miliar

Kamis, 23 Juli 2026 | 16:03

Purbaya Ungkap Alasan RI Tawarkan Pajak 0 Persen Selama 50 Tahun di PFII

Kamis, 23 Juli 2026 | 15:47

KPK Sita Toyota Alphard Diduga Hadiah Proyek Bupati Lalu Ahmad Zaini

Kamis, 23 Juli 2026 | 15:30

Risiko Perang Terbuka AS-Iran Meningkat Gegara Rebutan Selat Hormuz

Kamis, 23 Juli 2026 | 15:23

KPK Bantah Kabar Penangkapan Gatot Heroe Hernanda

Kamis, 23 Juli 2026 | 15:17

Fahira Ungkap Lima Tantangan Anak Indonesia dan Solusinya

Kamis, 23 Juli 2026 | 15:12

Selengkapnya