Berita

Kader Golkar Muara Enim berunjuk rasa di kantor DPD setempat/RMOLSumsel

Politik

Kisruh Kepengurusan di Muara Enim, DPD Golkar Sumsel Diminta Turun Tangan

JUMAT, 23 SEPTEMBER 2022 | 06:20 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Polemik penolakan serta penyegelan kantor Golkar Muara Enim yang berlangsung pada Kamis kemarn (22/9) masih berlanjut. Agar tidak makin melebar, DPD Golkar Sumatera Selatan harus segera turun tangan untuk menyelesaikan permasalahan tersebut.

“Selesai atau tidaknya masalah tersebut, semuanya ada di DPD I Golkar Sumsel. Maka DPD I harus turun tangan dan menengahi agar permasalahan di tubuh Golkar Muara Enim selesai,” ujar Kader Golkar Muara Enim, Adriansyah, kepada Kantor Berita RMOLSumsel, Kamis (22/9).

Mencuatnya permasalahan tersebut, lanjut Adriansyah, menunjukkan ketidakmampuan Hadiono memimpin Partai Golkar Muara Enim. Indikasinya, Hadiono tidak cakap menjalani komunikasi politik di Partai Golkar dan tidak mampu menciptakan hubungan harmonis antarkader.


“Untuk menjadi ketua di Partai Golkar Muara Enim sangatlah mudah. Tetapi untuk menjadi pemimpin di Partai Golkar sangatlah sulit, sesulit mendaki gunung Leuser,” tegasnya.

Agar persoalan itu segera selesai, DPD Golkar Muara Enim meminta agar segera dilakukan Musyawarah Daerah Luar Biasa (Musdalub) yang difasilitasi oleh DPD  Partai Golkar Sumatera Selatan terhadap Hadiono.

“Masa ada anggota yang baru dua tahun bergabung ditunjuk sebagai sekretaris. Apa tidak ada kader lain yang sudah lama mengabdikan diri di Partai Golkar?” sesalnya.

Selain itu, anggota dewan incumbent jangan takut akan kehilangan suara. Kalau masyarakat sudah merasakan perjuangan kader yang duduk sebagai perwakilan rakyat pasti akan didukung.

“Tidak bisa, kendak aku. Semua ada aturannya. Karena takut kehilangan suara di Muara Enim, sanggup mempertahankan seseorang yang memecahbelahkan kader. Itu namanya terlalu naïf, ” tegasnya menutup.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

Konsep Pasar Modern Tak Harus Identik Bangunan Mewah

Selasa, 07 April 2026 | 04:15

Jangan cuma Israel, Preman Kampung di Purwakarta Juga Wajib Dikutuk

Selasa, 07 April 2026 | 04:04

Tukang Ojek Ditembak Penumpang, Motor Dibawa Kabur

Selasa, 07 April 2026 | 03:38

Subsidi BBM Bocor Rp7 Triliun Gegara Kemacetan Jakarta

Selasa, 07 April 2026 | 03:15

KA Bangunkarta Anjlok di Bumiayu, Penumpang Dievakuasi 10 Bus

Selasa, 07 April 2026 | 03:00

Fahira Sodorkan Lima Strategi Pasar Tradisional Jadi Fondasi Jakarta Kota Global

Selasa, 07 April 2026 | 02:25

Waspada Politik Gunting dalam Lipatan di Lingkaran Istana

Selasa, 07 April 2026 | 02:11

Muslim Iran, Berjuanglah untuk Islam

Selasa, 07 April 2026 | 02:07

Viral Mobil Dinas di Kawasan Puncak, Pemprov DKI Minta Maaf

Selasa, 07 April 2026 | 01:36

Seruan Pemakzulan Prabowo Muncul dari Ketakutan Operasi Besar Berantas Korupsi

Selasa, 07 April 2026 | 01:12

Selengkapnya