Berita

Direktur Riset Indonesia Presidential Studies (IPS), Arman Salam/RMOL

Politik

Bentuk Dewan Kolonel Loyalis Puan, Cara Politisi PDIP Senayan Caper ke Megawati

KAMIS, 22 SEPTEMBER 2022 | 21:33 WIB | LAPORAN: ANGGA ULUNG TRANGGANA

Munculnya Dewan kolonel loyalis Puan Maharani yang diinisiasi politisi PDIP di senayan ditujukan untuk memberikan tekanan atas kebijakan internal partai.

Demikian pendapat Direktur Riset Indonesia Presidential Studies (IPS), Arman Salam kepada Kantor Berita Politik RMOL, Kamis (22/9).

Analisa Arman, Dewan Kolonel memang belum menjadi mesin yang sangat tajam untuk menekan, tapi setidaknya mampu memberikan gimmick dan warna. Apalagi, figur yang didukung adalah putri mahkota.


"Jadi ya sambil cari perhatian (Caper) para personelnya lumayan juga naikkan nama supaya pemilihnya ingat kembali di dapilnya, itung-itung start kampanye. Dan dapat poin juga dari ketum pastinya," demikian analisa Arman.

Arman kemudian mengingatkan bahwa terkait siapa yang akan diusung menjadi calon presiden ada di tangan Megawati Soekarnoputri. Hal itu merujuk hasil kongres PDIP terakhir memandatkan Ketua Umum PDIP adalah sosok yang memiliki hak veto.

"PDIP urusan presiden hak veto Megawati dan itu jelas hasil kongres partai," pungkas Arman.

Populer

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Modal Asing Keluar Rp7,71 Triliun, BI Catat Tekanan di SBN pada Pertengahan Januari 2026

Jumat, 16 Januari 2026 | 08:05

Dolar AS Menguat ke Level Tertinggi Enam Pekan

Jumat, 16 Januari 2026 | 07:56

Kejauhan Mengaitkan Isu Ijazah Jokowi dengan SBY–AHY

Jumat, 16 Januari 2026 | 07:48

RUU Perampasan Aset Jangan Jadi Alat Menyandera Lawan Politik

Jumat, 16 Januari 2026 | 07:40

Jenazah 32 Tentara Kuba Korban Serangan AS di Venezuela Dipulangkan

Jumat, 16 Januari 2026 | 07:33

Bursa Eropa: Efek Demam AI Sektor Teknologi Capai Level Tertinggi

Jumat, 16 Januari 2026 | 07:16

Emas Tak Lagi Memanas, Tertekan Data Tenaga Kerja AS dan Sikap Moderat Trump

Jumat, 16 Januari 2026 | 07:06

Wajah Ideal Desa 2045

Jumat, 16 Januari 2026 | 06:50

TPU Tegal Alur Tak Tersangkut Lahan Bersengketa

Jumat, 16 Januari 2026 | 06:23

Kemenkes Siapkan Rp1,2 Triliun untuk Robotik Medis

Jumat, 16 Januari 2026 | 06:04

Selengkapnya