Berita

Anggota Komisi VI DPR, Rudi Hartono Bangun/Net

Politik

Atasi Kelangkaan, Komisi VI DPR Dorong Pupuk Subsidi Ditambah 20 Juta Ton

RABU, 21 SEPTEMBER 2022 | 09:39 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Produksi pupuk bersubsidi dinilai perlu ditambah. Sebab sejauh ini, produksi pupuk bagi masyarakat petani ini baru sebesar 9 juta ton.

“Jadi seperti kasus BBM bersubsidi. Kami minta ditambahkan produksinya (pupuk subsidi), sehingga petani bisa mudah mendapatkannya,” kata Anggota Komisi VI DPR, Rudi Hartono Bangun, Rabu (21/9).

Aspirasi tersebut sudah ia sampaikan saat rapat dengar pendapat (RDP) dengan PT Pupuk Indonesia, Jakarta, Selasa kemarin (21/9). Dalam kesempatan itu, ia mendorong produksi pupuk subsidi bisa ditambah hingga 20 juta ton. Hal ini penting untuk menjawab keluhan masyarakat soal kelangkaan pupuk subsidi.


“Petani banyak tanya, kenapa pupuk bersubsidi ini langka, misal jenisnya, NPK, Urea, dan sebagainya,” ujarnya.

Politisi Nasdem ini pun mengungkapkan bahwa kondisi para petani di lapangan, mulai dari petani padi hingga sawit merasa kesulitan mendapatkan pupuk.

"Ada yang panennya terganggu, ada juga yang mengungkap hasil panen buahnya tidak memuaskan,” tegasnya.

Di sisi lain, Direktur PT Pupuk Indonesia (Persero), Achmad Bakir Pasaman mengamini pupuk yang disediakan pemerintah hanya 1/3 dari kebutuhan petani.

“Memang akan terus diteriakan langka karena pupuk yang tersedia kalau berdasarkan eRDKK (Rencana Definitif Kebutuhan Pupuk Bersubsidi Kelompok secara Elektronik), keperluan pupuk 25 juta ton. Sementara pupuk yang bisa disediakan oleh subsidi sebesar 9 juta,” ujar Achmad.

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Pemerintah Hadirkan Tsunami Ekonomi Kelas Menengah

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:14

KPK Panggil 10 Saksi dalam Kasus Gratifikasi IUP Kutai Kartanegara

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:06

ASII Siapkan Hingga 100 Juta Saham untuk Program MSOP

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:04

Segera Matangkan Regulasi Kebijakan Ekspor Satu Pintu

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:59

BrahMos Masuk Indonesia, Pemerintah Perlu Hitung Ulang Prioritas Anggaran

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:57

Pangdam Mandala Trikora Buka Suara di Tengah Isu Kasus Mama Sinta

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:48

Menhub Dipanggil Prabowo ke Istana, Bahas TBA Tiket Pesawat?

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:41

Model Fitri Assiddikki Dipanggil KPK terkait Korupsi CSR BI

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:41

Lahan 2,4 Hektare Bekas BPSDM akan Disulap jadi Pusat Bisnis

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:38

Kenaikan Pertamax Berpotensi Jadi Bumerang bagi Pemerintah

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:30

Selengkapnya