Berita

Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Perekonomian Said Abdullah/Net

Politik

Ide Dewan Kolonel Johan Budi Buat Dukung Puan, Said Abdullah: PDIP Belum Umumkan Capres

SELASA, 20 SEPTEMBER 2022 | 17:31 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Dukungan internal PDIP untuk Puan Maharani belum kongkrit. Pasalnya, ide politisi PDIP Johan Budi bersama koleganya di senayan yang membentuk Dewan Kolonel untuk mendukung Puan Maharani belum disetujui oleh Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.

Hal itu sebagaimana dikatakan Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Perekonomian Said Abdullah, bahwa saat ini PDIP belum menyampaikan siapa nama calon presiden pilihannya lantaran yang akan mengumumkan nanti ketua umum PDIP Megawati Soekarnoputri.

"Dipastikan sebagaimana disampaikan ketua fraksi, Pak Utut, di mana ada dewan kolonel tempatnya? Di mana ada dewan jenderal? Ini kan omongan sesaat saling bercanda kemudian dikutip. Nah menurut hemat saya, di kami (PDIP) belum ada apa-apa. Kok sudah apa-apa, gitu lo,” kata Said kepada wartawan di Komplek Parlemen, Senayan, Selasa (19/9).


"Kan kita semua taat pada Ketua Umum. Ketua Umum belum mengeluarkan fatwa, belum statement. Lho kok tiba-tiba ada dewan kolonel,”  imbuhnya.

Dikatakan Johan Budi, bahwa Dewan kolonel ini merupakan tim untuk bekerja mendorong Puan Maharani menjadi calon presiden pilihan PDI Perjuangan, Said menegaskan bahwa belum ada keputusan dari Ketua Umum siapa calon yang akan diusung. Mengenai safari politik Puan, Said mengatakan hal itu bagian dari perintah partai.

"Belumlah. Bahwa Mbak Puan turun kan memang diperintah oleh partai. Apalagi sebagai ketua DPR masa mau duduk di atas terus tidak turun ke bawah ya salah. Tugas beliau itu sebagai Ketua DPP plus di pundaknya sebagai Ketua DPR, kan harus turun,” katanya.

Pihaknya mengaku tidak mengetahui munculnya sejumlah relawan untuk mengusung salah satu calon presiden di internal PDIP.

"Saya tidak tahu kalau itu munculnya relawan-relawan kan di luar kemampuan kita semua. Kami punya organ partai PDIP. Nah kalau muncul relawan-relawan siapapun ya ngga bisa melarang. Yang penting itu betul-betul relawan bukan relawan apa ya boneka, hanya ramaikan aja, ya bukan itu yang kita harapkan,” tutupnya.

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Omongan Amien Rais Dibenarkan Publik selama Tak Dibantah Teddy

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:15

UPDATE

Jepang Akui Otonomi Sahara Solusi Paling Realistis

Minggu, 10 Mei 2026 | 12:21

Pencanangan HUT Jakarta Bawa Mimpi Besar Jadi Kota Global

Minggu, 10 Mei 2026 | 12:02

Warga Jakarta Kini Wajib Pilah Sampah Jadi 4 Kategori, Ini Daftarnya

Minggu, 10 Mei 2026 | 11:40

Kritik Amien Rais Dinilai Bermuatan Panggung Politik

Minggu, 10 Mei 2026 | 11:30

Pramono Optimistis Persija Menang Lawan Persib

Minggu, 10 Mei 2026 | 11:18

Putin Klaim Perang Ukraina Segera Berakhir, Siap Temui Zelensky untuk Damai

Minggu, 10 Mei 2026 | 11:10

JK Negarawan, Pemersatu Bangsa, dan Arsitek Perdamaian Nasional yang Patut Dihormati

Minggu, 10 Mei 2026 | 10:48

BMKG-BNPB Lakukan OMC Kendalikan Potensi Karhutla di Sumsel

Minggu, 10 Mei 2026 | 10:41

Israel Bangun Pangkalan Militer Rahasia di Gurun Tanpa Sepengetahuan Irak

Minggu, 10 Mei 2026 | 10:23

KPK Sampaikan Duka Mendalam atas Wafatnya Anggota BPK Haerul Saleh

Minggu, 10 Mei 2026 | 09:44

Selengkapnya