Berita

Ketua Badan Anggaran DPR RI Said Abdullah/Net

Politik

Bantah Usulkan Pengguna PLN 450 VA Dihapus, Said Abdullah: Memang Ada Keputusan Banggar?

SELASA, 20 SEPTEMBER 2022 | 17:04 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Masyarakat geram lantaran ada ide kepada pemerintah untuk menghapus daya listrik 450 VA yang datang dari parlemen. Nama yang diduga mengusulkan untuk menghapus 450 VA datang dari Ketua Badan Anggaran DPR RI Said Abdullah.

Said meluruskan bahwa pihaknya sama sekali tidak mengusulkan menghapus daya 450VA maupun menyetujui. Karena, belum ada keputusan bulat dari parlemen untuk diusulkan kepada pemerintah menghapus daya listrik rakyat kecil tersebut.

“Enggak ada orang menaikkan 450 ngapus itu engggak ada. Pikiran dari mana yang ada? Memang ada keputusan dari Badan Anggaran? Kan sudah gue lurusin kemaren,”kata Said di Komplek Parlemen, Senayan, Selasa (19/9).


Said menjelaskan, yang diminta pemerintah kala itu 25,9 juta pelanggan 450VA hanya 9,5 juta yang masuk Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) dari yang menerima bantuan sosial. Selebihnya, 13,9 juta itu tidak masuk DTKS.

"Itu artinya dia tidak tersentuh Bansos. Kalau itu kan cuman dua kemungkinannya satu memang tidak didata belum terdata atau apakah dia memang dinyatakan layak tapi masih 450?” ucapnya.

"Padahal pada saat yang sama 6 juta pelanggan PLN yang 900 itu tetap dapat subsidi. Tapi yang 22 jutanya yang 900 juga tidak dapat subsidi. Kan ada kriterianya bukan kemudian ujug-ujug gimana caranya ngapus 450,” imbuhnya.

Legislator dari Fraksi PDI Perjuangan ini menambahkan bahwa pelanggan 450 VA yang saat ini sudah tidak masuk lagi dalam kategori DTKS. Kata Said, pemerintah perlu mengoreksi agar dayanya ditingkatkan untuk yang membutuhkan.

“Tidak bisa dipatok terus-menerus tapi pendataan enggak bisa tidak ada. Kan kasian 13,9 juta ini. Ini sesungguhnya ia berhak tetap di 450 tapi kenapa tidak dapat Bansos,” ujarnya.

"Kan berarti soal data. Oleb karena itu kami mendesak inshallah bulan depan percepatan supaya dilakukan legislasi sosial ekonomi oleh BPS sehingga ada intergerasi data DTKS PLN dan BPS,” demikian Said.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Prabowo Apresiasi Rahmat Erwin Usai Raih Emas dan Pecahkan Rekor Dunia

Minggu, 27 September 2026 | 12:11

Partai Koalisi Bela Prabowo Mati-matian tapi Diam Saat Gibran Dikritik

Minggu, 27 September 2026 | 12:05

Daftar 10 Wilayah Terpanas 27 September 2026, Suhu Capai 37,4 Derajat

Minggu, 27 September 2026 | 11:57

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Spesifikasi Samsung Galaxy A08 Resmi Meluncur di Indonesia, Baterai 6.000 mAh

Minggu, 27 September 2026 | 11:37

Indonesia Calonkan Diri untuk Kursi Tidak Tetap DK PBB Periode 2029-2030

Minggu, 27 September 2026 | 11:04

Tak Ada Satupun Partai Koalisi Pasang Badan saat Gibran Hadapi Gugatan Ijazah

Minggu, 27 September 2026 | 10:31

KPK Amankan Perhiasan Diduga Emas Saat Geledah Kanwil BPN Jatim

Minggu, 27 September 2026 | 10:17

Perang Abad 21 Sudah Dimulai, tapi Mukan di Medan Tempur

Minggu, 27 September 2026 | 10:05

Sugiono: RI Percaya PBB, Tapi Multilateralisme Harus Lebih Representatif dan Gesit

Minggu, 27 September 2026 | 09:27

Selengkapnya