Berita

Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Desmond Junaidi Mahesa/RMOL

Politik

Tak Masalah Pilpres Hanya Dua Paslon, Gerindra: Tapi Jurdil Nggak?

SELASA, 20 SEPTEMBER 2022 | 13:17 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Tidak ada masalah Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 jika hanya diikuti dua pasangan calon. Terpenting, proses pelaksaan pemilihan itu dilakukan dengan jujur dan adil.

Begitu dikatakan Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Desmond Junaidi Mahesa mengomentari desas desus pengkondisian agar Pilpres 2024 hanya menyajikan dua pasangan calon.

“Dua capres tidak ada masalah. Tapi jurdil nggak?" kata Desmond di Gedung Nusantara II, Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (20/9).


"Jangan sampai ada partai-partai yang menggunakan institusi kekuasaan seperti yang lalu Satgasus dijadikan alat untuk kemenangan politik calon atau partai pendukung calon. Itu yang nggak sehat,” imbuhnya.

Kata Desmond, selain jujur dan adil, gelaran Pilpres 2024 juga harus membangun orientasi bagaimana menghadirkan solusi dari masalah kerakyatan alias tak hanya sekadar mencapai kekuasaan.

"Orientasinya bukan kekuasaan seperti sekarang. Orientasinya bagaimana memperbaiki nasib rakyat. Kalau orientasinya kekuasaan, ujung-ujungnya kaya gini lagi. Ada kepastian hukum hari ini? Apa hari ini ketahanan pangan kita? Kalau kita mau jujur, nggak ada,” katanya.

Disingung mengenai adanya upaya penjegalan figur tertentu untuk maju sebagai calon presiden, Desmond yang juga Wakil Ketua Komisi III DPR RI memilih tidak banyak berkomentar.

"Apa yang dijegal? Kan hari ini kalau ada tuduhan jegal menjegal kan belum kelihatan secara konkrit," pungkasnya.

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Pemerintah Hadirkan Tsunami Ekonomi Kelas Menengah

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:14

KPK Panggil 10 Saksi dalam Kasus Gratifikasi IUP Kutai Kartanegara

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:06

ASII Siapkan Hingga 100 Juta Saham untuk Program MSOP

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:04

Segera Matangkan Regulasi Kebijakan Ekspor Satu Pintu

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:59

BrahMos Masuk Indonesia, Pemerintah Perlu Hitung Ulang Prioritas Anggaran

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:57

Pangdam Mandala Trikora Buka Suara di Tengah Isu Kasus Mama Sinta

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:48

Menhub Dipanggil Prabowo ke Istana, Bahas TBA Tiket Pesawat?

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:41

Model Fitri Assiddikki Dipanggil KPK terkait Korupsi CSR BI

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:41

Lahan 2,4 Hektare Bekas BPSDM akan Disulap jadi Pusat Bisnis

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:38

Kenaikan Pertamax Berpotensi Jadi Bumerang bagi Pemerintah

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:30

Selengkapnya