Berita

Haris Azhar (paling kiri) dalam acara diskusi dalam Sekretariat Kolaborasi Indonesia (SKI)/RMOL

Politik

Haris Azhar: Ganjar Urus Wadas Tidak Selesai, Bagaimana Mau Ngurusin Bangsa Ini?

MINGGU, 18 SEPTEMBER 2022 | 22:39 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Figur yang selama ini muncul menjadi calon presiden untuk 2024 mayoritas hanya mengandalkan elektabilitasnya semata tanpa memberikan substansi sebagai bentuk pertarungan dalam Pilpres mendatang.

Aktivis gerakan sipil. Haris Azher menuturkan bahwa Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan agak berbahaya bagi para pesaingnya di 2024 mendatang. Namun demikian, ia menyayangkan pernyataan Anies yang akan siap maju jika ada partai yang mengusungnya.

Kata Haris, seharusnya Anies bicara substansi agar masyarakat semakin yakin memilihnya. Sebab, saat Anies bicara mencalonkan kalau ada partai mendukung masuk hal teknis dan prosedural.


“Mestinya dia bilang, Selama saya merepresentasikan kepentingan publik yang lebih substansial maka saya akan maju,” ujar Haris Azhar dalam acara diskusi dalam Sekretariat Kolaborasi Indonesia (SKI) bertemakan Antisipasi Skandal Demokrasi 2023 dengan Saksi Demokrasi, Jakarta Pusat, Minggu (18/9).

Menurutnya, subtansi dalam berpolitik itu sangat penting, bahwa jika ada penjegalan terhadap seorang figur misalnya Anies Baswedan, akan bertentangan dengan agenda substansial.

“Mumpung sampai detik ini semua nama yang ada di dalam survei nggak ada yang ngomong substansi. Siapa yang ngomong substansi? Ganjar berdebat sama kelompok yang mengadvokasi saja tidak selesai apalagi dia mau ngurusin bangsa ini?” katanya.

"Erick Thohir ya kan kita turun dari pesawat Lihat mukanya di airport berarti mukanya itu kampanye dibiayai dari APBN atau uang BUMN. Ridwan Kamil numpang ngetop sama JJ Citayem. Anies juga numpang ngetop sama JJ Citayam,” imbuhnya.

Seharusnya, kata Haris, para tokoh yang muncul dalam survei tersebut mendiskusikan mengenai pembangunan negara yang lebih substansial. Dengan demikian, masyarakat bisa melihat keseriusan para tokoh tersebut untuk maju dalam Pilpres mendatang,

“Enggak ada yang diskusi untuk membangun bangsa ini berapa banyak nikel yang harus diambil? dan berapa banyak yang nggak harus diambil? ada nggak diskusi itu?” tanyanya.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

UPDATE

Roy Suryo: Gibran Copy Paste Jokowi Bahkan Lebih Parah

Kamis, 30 April 2026 | 01:58

Kompolnas dan Agenda Reformasi Aparat Sipil Bersenjata

Kamis, 30 April 2026 | 01:45

Polemik Dugaan Suap Pendirian SPPG di Sulbar Dilaporkan ke Polisi

Kamis, 30 April 2026 | 01:18

HNW: Bila Anggota OKI Bersatu bisa Kendalikan Urat Nadi Perdagangan Dunia

Kamis, 30 April 2026 | 00:55

Menhan: Prajurit jadi Motor Pembangunan Selain Jaga Kedaulatan

Kamis, 30 April 2026 | 00:37

Satgas OJK Blokir 951 Pinjol Ilegal Ungkap Deretan Modus Penipuan Keuangan

Kamis, 30 April 2026 | 00:19

Investasi Bodong dan Bias Sistem Keuangan

Rabu, 29 April 2026 | 23:50

Pelaporan SPT 2025 Masih di Bawah Target Jelang Deadline

Rabu, 29 April 2026 | 23:36

Komunikasi Publik Menteri PPPA Absurd dan Tidak Selesaikan Persoalan!

Rabu, 29 April 2026 | 23:09

Pemanfaatan Listrik Harus Maksimal Dongkrak Kemandirian Desa

Rabu, 29 April 2026 | 22:43

Selengkapnya