Berita

Politikus PDI Perjuangan, Adian Napitupulu/Ist

Politik

AHY Bandingkan Kenaikan Harga BBM Era SBY dan Jokowi, Adian Napitupulu: Belajar Berhitung Lagi

SABTU, 17 SEPTEMBER 2022 | 00:58 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Pernyataan Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) yang membandingkan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Presiden Joko Widodo, dipandang kurang tepat.

Menurut politikus PDI Perjuangan, Adian Napitupulu, AHY seharusnya lebih banyak belajar atau berhitung soal data kenaikan BBM di era SBY dan Jokowi.

Ia menuturkan, ada perbedaan kenaikan BBM di era SBY yakni mencapai 259 persen, sementara di era Jokowi hanya 54 persen. Sehingga selisihnya 205 persen.


"Era SBY kenaikan BBM Rp4.190, dan di zaman Jokowi cuma Rp3.500, selisihnya Rp1.590. Jadi menurut saya lebih banyak di zaman SBY. Presiden (SBY) menaikkan lebih dari 200 persen, siapapun boleh menangis," kata Adian kepada wartawan di Bogor, dikutip Kantor Berita RMOLJabar, Jumat (16/9).

Kemudian soal Bantuan Langsung Tunai (BLT), lanjut Adian, besaran di era Jokowi dan SBY tidak jauh beda. Hanya saja di era Jokowi ada 6 hingga 7 program sosial yang bisa dirasakan rakyat, seperti Program Keluarga Harapan (PKH) dan lain sebagainya.

Bahkan dalam satu keluarga, sambung Adian, ada yang sampai mendapat empat bantuan dari program sosial. Di antaranya bantuan anak sekolah, kemudian pengganti subsidi, kesehatan, dan lain sebagainya.

"Nah, yang jadi pertanyaan saya di era SBY ada enggak? Enggak ada kan. Jadi Menurut saya AHY harus lebih banyak belajar soal data, kalau bisa belajar berhitung lagi," tandasnya.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Prabowo Apresiasi Rahmat Erwin Usai Raih Emas dan Pecahkan Rekor Dunia

Minggu, 27 September 2026 | 12:11

Partai Koalisi Bela Prabowo Mati-matian tapi Diam Saat Gibran Dikritik

Minggu, 27 September 2026 | 12:05

Daftar 10 Wilayah Terpanas 27 September 2026, Suhu Capai 37,4 Derajat

Minggu, 27 September 2026 | 11:57

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Spesifikasi Samsung Galaxy A08 Resmi Meluncur di Indonesia, Baterai 6.000 mAh

Minggu, 27 September 2026 | 11:37

Indonesia Calonkan Diri untuk Kursi Tidak Tetap DK PBB Periode 2029-2030

Minggu, 27 September 2026 | 11:04

Tak Ada Satupun Partai Koalisi Pasang Badan saat Gibran Hadapi Gugatan Ijazah

Minggu, 27 September 2026 | 10:31

KPK Amankan Perhiasan Diduga Emas Saat Geledah Kanwil BPN Jatim

Minggu, 27 September 2026 | 10:17

Perang Abad 21 Sudah Dimulai, tapi Mukan di Medan Tempur

Minggu, 27 September 2026 | 10:05

Sugiono: RI Percaya PBB, Tapi Multilateralisme Harus Lebih Representatif dan Gesit

Minggu, 27 September 2026 | 09:27

Selengkapnya