Berita

Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto di acara silaturahmi nasional Jenggala Center/RMOL

Politik

Di Hadapan JK, Airlangga Hartarto: Penanganan Ekonomi Indonesia Berada dalam Jalur yang Tepat

JUMAT, 16 SEPTEMBER 2022 | 22:21 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto hingga mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) hadir di acara silaturahmi nasional Jenggala Center yang diselenggarakan di Hotel JS Luwansa, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat malam (16/9).

Pantauan Kantor Berita Politik RMOL, Airlangga yang juga merupakan Menteri Koordinator Bidang Perekenomian ini hadir terlebih dahulu yang disusul kehadiran oleh JK bersama dengan Menteri Perindustrian (Menperin) Agung Gumiwang Kartasasmita.

Dalam kesempatan ini, Airlangga menyampaikan capaian kinerja pemerintah di sektor perekonomian. Dia mengatakan, pada saat menghadapi pandemi Covid-19, pemerintah mengumumkan kasus pertama Covid-19 di Indonesia pada Maret, dan dilanjutkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang mengakibatkan ekonomi sampai minus 5,3.


"Namun Alhamdulillah kita tidak menerapkan kebijakan lockdown, kegiatan ekonomi terus dijaga, sehingga 3 kuartal terakhir pertumbuhan kita positif terus di atas 5 persen," ujar Airlangga.

Airlangga menjelaskan, berbagai negara mengalami perlambatan ekonomi. Seperti Amerika, Jerman, Prancis, Singapura yang pertumbuhannya di bawah Indonesia.

Selain itu kata Airlangga, inflasi akibat pangan dan energi, Amerika mulai turun ke 8,3 persen, Eropa 9 persen, Inggris 10 persen, Jerman 7,9 persen, dan Indonesia pada Juli 2020 masih 4,69 persen.

"Indonesia, tidak meneruskan kenaikan harga energi. Jadi artinya, pemerintah mengeluarkan anggaran untuk meredam daripada kenaikan harga energi. Sedangkan negara lain, kalau Turki bahkan inflasinya sudah 80 persen," terangnya.

"Indonesia mendapatkan surplus neraca perdagangan dan kita selalu surplus ke 2,4 persen, dan kemudian neraca kita surplus, dan juga neraca perdagangan kita 28 bulan berturut-turut juga surplus," imbuhnya.

Hal tersebut kata Airlangga, menunjukkan bahwa Indonesia dalam penanganan perekonomian maupun ekonomi berada dalam jalur yang tepat.

Kemudian dari segi investasi, juga mengalami peningkatan. Di mana, realisasi investasi di kuartal kedua mencapai Rp 302 triliun. Dan ditargetkan pada tahun ini minimal mencapai Rp 900 triliun.

"Kemudian kalau kita lihat dari prospek lain, indeks keyakinan konsumen kita selalu positif, nilai tukar kita yang melemah hanya terhadap USD, terhadap Singapura, terhadap Euro dan yang seluruhnya positif," jelasnya.

Selanjutnya terkait tingkat kemiskinan dan pengangguran mulai turun. Lalu, soal kenaikan harga BBM. Pada 2005 lalu kata Airlangga, merupakan kenaikan harga BBM tertinggi yang pernah dilakukan.

"Kemudian di tahun-tahun lain relatif kenaikannya lebih rendah. Dan kali ini kenaikannya juga 30 persen. Pemerintah belajar dari sejarah, kita memberikan bantuan untuk masyarakat menjaga daya beli, yaitu BLT kepada 20,65 juta KPM. Besarnya Rp 600 ribu selama 4 bulan," katanya lagi.

"Karena berdasarkan pengalaman, juga inflasi dalam 3 bulan sudah turun. Jadi pada saat naik saja kita berikan. Kemudian bantuan subsidi upah itu 16 juta pekerja kita berikan juga sebesar Rp 600 ribu kita beri satu kali saja," pungkas Airlangga.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Sultan Usul Hanya Gubernur Dipilih DPRD

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:08

Menlu Serukan ASEAN Kembali ke Tujuan Awal Pembentukan

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:03

Eks Bupati Dendi Ramadhona dan Barbuk Korupsi SPAM Diserahkan ke Jaksa

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:00

Hakim Ad Hoc: Pengadil Juga Butuh Keadilan

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:59

Mens Rea Pandji: Kebebasan Bicara Bukan Berarti Kebal Hukum

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:50

Pemblokiran Grok Harus Diikuti Pengawasan Ketat Aplikasi AI

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:37

Alasan Pandji Pragiwaksono Tak Bisa Dijerat Pidana

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:31

Korupsi Aluminium Inalum, Giliran Dirut PT PASU Masuk Penjara

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Raja Juli Tunggu Restu Prabowo Beberkan Hasil Penyelidikan ke Publik

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Hakim Ad Hoc Ternyata Sudah 13 Tahun Tak Ada Gaji Pokok

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:23

Selengkapnya