Berita

Ilustrasi/Net

Politik

Survei: Gelora, Partai Ummat hingga Masyumi Parpol Baru yang Paling Populer dan Disukai

JUMAT, 16 SEPTEMBER 2022 | 14:51 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Favorabilitas atau kepopuleran dan tingkat kesukaan publik, khususnya terhadap partai-partai politik baru yang akan berlaga di Pemilu Serentak 2024 ikut menjadi materi survei terbaru Indopol.

Direktur Eksekutif Indopol Ratno Sulistiyanto memaparkan, ada beberapa parpol yang memang sudah dan ataupun gagal terdaftar sebagai calon peserta Pemilu Serentak 2024 di Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI tercatat memiliki favorabilitas tertinggi di surveinya kali ini.

"Potensi partai politik baru dalam Pemilu 2024, yang memiliki popularitas dan kesukaan cukup di mata publik adalah pertama Partai Gelora dengan popularitas 14,31 persen dengan kedisukaan sebesar 60,23 persen, dan potensi untuk dipilih sebesar 1,7 persen," ujar Ratno dalam keterangan tertulisnya, Jumat (16/9).


Selain Partai Gelora yang memang sudah terdaftara sebagai calon peserta Pemilu Serentak 2024 di KPU RI, Ratno juga mencatat favorabilitas cukup tinggi publik ada di Partai Ummat yang didirikan tokoh Reformasi Amien Rais.

"Partai Ummat punya popularitas 13,33 persen dengan kedisukaan sebesar 12,60 persen dan kecil untuk dipilih," paparnya.

Menyusul Partai Ummat, yang juga telah terdaftar sebagai calon peser pemilu adalah Partai Buruh, dengan popularitas sebesar 12,60 persen dengan kedisukaan sebesar 70,32 persen.

"Dan potensinya (partai Buruh) untuk dipilih sebesar 1,29 persen," sambungnya menuturkan.

Sementara itu, di urutan keempat ada Partai Kebangkitan Nusantara (PKN) yang tercatat mendapat popularitas di survei Indopol sebesar 9,43 persen, dengan kedisukaan sebesar 75,0 persen dan potensi untuk dipilih kecil.

"Sementara di urutan kelima ada Masyumi Reborn dengan popularitas sebesar 8,78 persen dengan kedisukaan sebesar 62,04 persen dan potensi untuk dipilih sebesar 4,63 persen," demikian Ratno menutup.

Responden dalam survei Indopol kali ini berjumlah 1.230 orang dengan margin of error kurang lebih 2,8 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen.

Adapun para responden dilakukan wawancara secara tatap muka (face to face interview) pada kurun waktu tanggal 24 Juni sampai 1 Juli 2022.

Pengolahan data dalam survei ini dilakukan dengan program SPSS atau Field Survey.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

KPK Periksa Faisal Assegaf dalam Kasus Dugaan Suap Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:56

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

UPDATE

Perang di Meja Runding

Kamis, 09 April 2026 | 06:16

Kecanggihan Alat Perang AS-Israel Bisa Dikalahkan

Kamis, 09 April 2026 | 06:04

Polisi di Jateng Dilaporkan Usai Rekam Polwan Mandi

Kamis, 09 April 2026 | 05:36

Tatanan Baru Dunia di Bawah Naungan Syariah Islam dan Khilafah

Kamis, 09 April 2026 | 05:26

Pemuda di Solo Tanam Ganja di Rumah

Kamis, 09 April 2026 | 05:10

Polda Sumsel Pamerkan 1.715 Unit Motor Hasil Curian

Kamis, 09 April 2026 | 04:20

Bandung Masuk 5 Besar Destinasi Wisata Terpopuler di Asia

Kamis, 09 April 2026 | 04:16

Pemprov Jateng Gratiskan Bea Balik Nama Kendaraan Bekas

Kamis, 09 April 2026 | 04:01

Mental Baja di Ujung Kiamat, Iran Tetap Berkata ‘Tidak’

Kamis, 09 April 2026 | 03:30

Jusuf Kalla Tersinggung Berat Omongan Rismon

Kamis, 09 April 2026 | 03:28

Selengkapnya