Berita

Zenazah para martir China siap diterbangkan dari Korea Selatan pada Jumat (16/9)/Net

Dunia

Tulang Belulang 88 Tentara China yang Dikuburkan di Korea Selatan akan Kembali ke Tanah Air

JUMAT, 16 SEPTEMBER 2022 | 09:20 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

RMOL.  Jasad 88 Relawan Rakyat China (CPV) yang tewas dalam Perang Korea 1950- 1953 telah ditempatkan di peti mati untuk dipulangkan dari Korea Selatan ke China pada Jumat (16/9).

Juru bicara Angkatan Udara Tentara Pembebasan Rakyat China, Kolonel Senior Shen Jinke menyatakan pemulangan sisa jenazah para relawan akan diangkut menggunakan sebuah pesawat Y-20 dan dikawal jet tempur siluman J-20 menuju China.

"Jenazah akan tiba di bandara di timur laut China Shenyang City, di mana upacara akan diadakan," ungkapnya.


Setelah penggalian dan identifikasi dilakukan, pada Kamis (15/9) perwakilan China di Korea Selatan melakukan upacara peletakkan  88 jasad yang tinggal tulang belulang itu  ke dalam peti mati yang dilakukan di Incheon, sebelah barat Seoul. Peti-peti itu beserta barang lain yang ditemukan akan segera dikirim kembali ke tanah air.

Semua yang hadir dalam upacara membungkuk tiga kali di depan tulang belulang  para syuhada Relawan Rakyat Tiongkok sebelum pihak Korea Selatan menempatkannya di peti mati.

Upacara peletakkan jasad ke dalam peti mati dihadiri oleh Wakil Menteri Urusan Veteran Chang Zhengguo, pejabat kedutaan Tiongkok di Korea Selatan, pejabat kementerian pertahanan Korea Selatan serta personel yang bertanggung jawab atas penggalian dan identifikasi jenazah.

Dimuat CGTN News, proses pemulangan kali ini menjadi yang kesembilan kalinya.

Sejauh ini, China dan Korea Selatan telah melakukan serah terima jenazah 825 relawan Rakyat China yang syahid di Korea Selatan selama delapan tahun berturut-turut, mulai 2014 hingga 2021. Serah terima ini  mengikuti prinsip kemanusiaan dan dalam semangat persahabatan dan kerja sama praktis.

Pada tahun 1950, sebanyak 2,9 juta tentara CPV menyeberangi Sungai Yalu dan bertempur di medan perang atas permintaan Korea Utara.

Sedikitnya 197.653 di antaranya telah mengorbankan nyawanya.

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

Kubu Jokowi Bergerak Senyap untuk Jatuhkan Prabowo

Rabu, 25 Maret 2026 | 06:15

UPDATE

TNI Gandeng Bulog Hadirkan Program Pangan Murah di Puncak Jaya

Kamis, 02 April 2026 | 03:59

Jadwal KA Ciremai Dipastikan Kembali Normal

Kamis, 02 April 2026 | 03:46

KUR dan Salah Arah Subsidi Negara

Kamis, 02 April 2026 | 03:20

Gugatan Forum Purnawirawan TNI Bertujuan agar Kasus Ijazah Jokowi Rampung

Kamis, 02 April 2026 | 02:55

Umrah Prajurit dan ASN TNI

Kamis, 02 April 2026 | 02:39

Ledakan SPBE Cimuning Turut Porak-Porandakan Pemukiman Warga

Kamis, 02 April 2026 | 02:16

JK: Kalau BBM Murah, Orang akan Pakai Seenaknya

Kamis, 02 April 2026 | 01:59

AS Beri Sinyal Belum Ingin Akhiri Perang dengan Iran

Kamis, 02 April 2026 | 01:37

Wamen Fajar: Model Soal TKA Cocok buat Kebutuhan Masa Depan

Kamis, 02 April 2026 | 01:12

Danantara Didorong Percepat Proyek Hilirisasi dan Waste to Energy

Kamis, 02 April 2026 | 00:54

Selengkapnya