Berita

Pengacara Brigadir J, Kamaruddin Simanjuntak/Net

Politik

Pengacara Brigadir J Minta Penyidik Abaikan Pengakuan Bripka RR Tidak Lihat Ferdy Sambo Menembak

KAMIS, 15 SEPTEMBER 2022 | 15:38 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Pengacara korban pembunuhan berencana Brigadir Yosua Hutabarat alias Brigadir, Kamaruddin Simanjuntak meminta penyidik untuk mengabaikan keterangan Bripka Ricky Rizal (RR) yang mengaku tidak melihat Irjen Ferdy Sambo menembak Brigadir J.

"Jadi ya tersangka ini kan punya hak ingkar. Bisa dia ngomong A hari ini, besok ngomong B, besoknya lagi ngomong C, besoknya lagi ngomong D kan gitu. Maka untuk mengatasi hak ingkar ini, penyidik boleh memperhitungkan keterangan tersangka, boleh juga mengabaikan, tidak perlu mempedulikannya. Tapi tetap mencatat keterangan tersangka itu," ujar Kamaruddin kepada Kantor Berita Politik RMOL, Kamis (15/9).

Karena kata Kamaruddin, keterangan tersangka hanyalah satu dari sekian alat bukti. Sehingga, untuk alat bukti keterangan tersangka Bripka RR diharapkan tidak perlu diperhitungkan.


"Oleh karena itu penyidik harus fokus kepada keterangan saksi, bukan keterangan tersangka," kata Kamaruddin.

Kamaruddin membeberkan, banyak alat bukti lainnya, yakni keterangan saksi, seperti asisten rumah tangga atas nama Susi, dan para ajudan Sambo lainnya.

Selain itu kata Kamaruddin, penyidik juga perlu memintai keterangan para ajudan lainnya dan menyita percakapan di WhatsApp Group untuk dijadikan barang bukti rekaman elektronik.

Bahkan, penyidik juga diharapkan fokus untuk mencari bukti-bukti lainnya, seperti email, SMS, video, foto dan lainnya yang disita dari handphone para tersangka maupun para saksi.

Lalu, penyidik juga harus fokus kepada rekaman CCTV yang sempat dinyatakan hilang sebelumnya. Penyidik juga bisa memeriksa riwayat perjalanan kartu tol yang digunakan kendaraan Sambo, baik sejak dari Magelang hingga ke Jakarta.

"Itulah bukti-bukti yang bisa dipakai oleh penyidik. Kemudian setelah itu penyidik memanggil ahli. Ahli misalnya pidana materiil, ahli di bidang digital forensik, melibatkan laboratorium kriminal, laboratorium forensik. Inilah yang perlu dibikin jadi bukti. Baru kemudian petunjuk," jelas Kamaruddin.

Petunjuk itu kata Kamaruddin, merupakan kesesuaian antara keterangan saksi, keterangan ahli, maupun keterangan dari surat atau elektronik.

"Jadi, kalau keterangan daripada si terdakwa tersangka itu tidak perlu diperhitungkan. Karena itu akan selalu berubah-ubah. Apalagi dia mantan polisi dan dia memahami itu. Jadi, penyidiknya yang perlu profesional untuk mengcounter hak ingkar ini," pungkas Kamaruddin.

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Pemerintah Hadirkan Tsunami Ekonomi Kelas Menengah

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:14

KPK Panggil 10 Saksi dalam Kasus Gratifikasi IUP Kutai Kartanegara

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:06

ASII Siapkan Hingga 100 Juta Saham untuk Program MSOP

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:04

Segera Matangkan Regulasi Kebijakan Ekspor Satu Pintu

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:59

BrahMos Masuk Indonesia, Pemerintah Perlu Hitung Ulang Prioritas Anggaran

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:57

Pangdam Mandala Trikora Buka Suara di Tengah Isu Kasus Mama Sinta

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:48

Menhub Dipanggil Prabowo ke Istana, Bahas TBA Tiket Pesawat?

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:41

Model Fitri Assiddikki Dipanggil KPK terkait Korupsi CSR BI

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:41

Lahan 2,4 Hektare Bekas BPSDM akan Disulap jadi Pusat Bisnis

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:38

Kenaikan Pertamax Berpotensi Jadi Bumerang bagi Pemerintah

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:30

Selengkapnya