Berita

Setelah acara Kongres Global Korban Terorisme selesai, beberapa penyintas menaruh bunga untuk menghormati para korban terorisme yang meninggal dunia/Net

Dunia

Kongres Global Korban Terorisme, Korban Teror Mumbai: Kami Telah Mencari Keadilan Selama 14 Tahun

RABU, 14 SEPTEMBER 2022 | 08:47 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Kongres Global Korban Terorisme yang diadakan oleh Badan PBB pada 8 hingga 9 September kemarin menjadi platform bagi para penyintas untuk menceritakan kisah-kisahnya, beberapa penyintas mengungkapkan mereka telah menunggu selama bertahun-tahun untuk mencari keadilan.

Salah satunya adalah Karambir Singh Kang, korban selamat dari teror Mumbai India. Ia merupakan seorang mantan manajer umum Taj Hotel yang diserang pada 26 November 2008 silam. Ia telah kehilangan istri dan dua anaknya yang masih kecil karena serangan teror tersebut.

Selama 14 tahun Kang dan yang lainnya mengaku terus mencari keadilan karena orang-orang yang ada dibalik serangan teror masih berkeliaran dengan bebas.


“Orang-orang yang merencanakan, membiayai, dan mengorganisir serangan itu tetap bebas. Sementara kami telah menghabiskan 14 tahun yang panjang dan menyakitkan untuk mencari keadilan,” ujar Kang dalam piadatonya di Kongres yang diadakan di New York pada Kamis (8/9).

Sedikitnya 34 nyawa hilang pada hari serangan itu, sementara lebih dari 1.000 nyawa berhasil diselamatkan dari dalam hotel.

Kang mendesak agar negara bergabung bersama mereka untuk menentang dan memastikan tidak ada lagi pelabuhan yang aman bagi para teroris, sehingga kejahatan keji yang pernah dialaminya tidak akan kembali terulang dan terus mengakar.

Korban lainnya adalah Nidhi Chaphekar, seorang manajer kabin penerbangan Jet Airways yang selamat dari serangan 2016 di Brussels, Belgia. Chaphekar menderita lebih dari 20 persen luka bakar, patah tulang, gendang telinga pecah serta tubuh yang  tertusuk pecahan logam. Dia menjalani lebih dari 20 operasi setelah serangan itu.

Dalam pidatonya, Chaphekar mengungkapkan bagaimana privasi miliknya, serta keluarganya terus dilanggar oleh media setelah serangan itu.

“Sangat penting untuk menyampaikan berita kepada publik tentang serangan teroris, termasuk penderitaannya, tetapi kita perlu menggarisbawahi bahwa hak atas privasi lebih diutamakan daripada hak atas informasi dalam masyarakat sosial atau demokratis mana pun. Media perlu melihat itu ke dalamnya,” jelasnya.

Bel pintu dan telepon yang terus berbunyi, serta foto-foto dirinya yang dipotret tanpa izin membuat keseluruhan hak-hak privasinya menjadi hilang.

Dengan adanya konferensi ini, seluruh korban terorisme yang telah lama mencari keadilan kini memiliki platform untuk menceritakan pengalaman dan tantangan yang dihadapinya setelah mengalami serangan teror. Badan PBB dalam pertemuan ini menggarisbawahi akan selalu berupaya untuk berdiri bersama para korban, serta menegakkan hak-hak mereka secara efektif.

"Solidaritas dan dukungan untuk korban terorisme adalah kewajiban moral dan kemanusiaan dan hak asasi manusia,” ujar Wakil Sekretaris Jenderal PBB Amina Mohammed.

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Permintaan Chip AI Dongkrak Saham Intel hingga 24 Persen

Sabtu, 25 April 2026 | 12:18

Apa Itu UNCLOS? Dasar Hukum Jadi Acuan Indonesia di Selat Malaka

Sabtu, 25 April 2026 | 12:03

Purbaya Siap Geser hingga Non-Job Pegawai Pajak Bermasalah

Sabtu, 25 April 2026 | 12:02

Jalan Mulus Kevin Warsh ke Kursi The Fed, Dolar AS Langsung Terkoreksi

Sabtu, 25 April 2026 | 11:45

Subsidi Motor Listrik Disiapkan Lagi, Pemerintah Bidik 6 Juta Unit

Sabtu, 25 April 2026 | 11:16

IHSG Sepekan Anjlok 6,61 Persen, Kapitalisasi Pasar Menciut Jadi Rp12.736 Triliun

Sabtu, 25 April 2026 | 10:59

Rupiah Melemah, DPR Desak Pemerintah Jaga Daya Beli Rakyat

Sabtu, 25 April 2026 | 10:48

Wamen Ossy Gaspol Benahi Layanan Pertanahan: Target Tanpa Antrean dan Lebih Cepat

Sabtu, 25 April 2026 | 10:27

Ketergantungan pada Figur, Cermin Lemahnya Demokrasi Internal Parpol

Sabtu, 25 April 2026 | 10:02

Netanyahu Akui Sempat Jalani Terapi Kanker Secara Diam-diam

Sabtu, 25 April 2026 | 09:51

Selengkapnya