Berita

Presiden Joko Widodo/Net

Politik

Jaga Stabilitas Ekonomi Rakyat, Program Bansos Jokowi Dianggap Tepat

RABU, 14 SEPTEMBER 2022 | 00:27 WIB | LAPORAN: IDHAM ANHARI

Imbas positif penyaluran program bantuan sosial (Bansos) Presiden Joko Widodo (Jokowi) begitu dirasakan masyarakat. Kehadirannya dinilai optimal dapat menekan angka kemiskinan di Tanah Air.

Menurut Akdemisi Fakultas Ilmu Sosial Ilmu Politik (FISIP) Universitas Bengkulu (Unib) Djoenet Santoso bansos Jokowi berdampak terhadap masyarakat kurang mampu. Terlebih di tengah kondisi pandemi yang masih melanda sampai saat ini.

Dia mengatakan Bansos Jokowi memiliki peran penting dalam membantu menurunkan angka kemiskinan. Dampak daripada itu turut berpengaruh kepada peningkatan angka kemiskinan.


"Tapi kemudian diusahakan bantuan berbagai metode dan program termasuk JPS (Jaring Pengaman Sosial) ini  ada beberapa program. Faktanya adalah angka kemiskinannya turun," ujar Djoenet di Bengkulu, Selasa (13/9).

Lebih lanjut dia menilai penyaluran bansos Jokowi dapat konsisten berjalan. Sehingga dengan begitu manfaat dari kehadirannya bisa terus dirasakan masyarakat hingga di lapisan terbawah.

Dia menyebut kehadiran bansos menjadi bentuk perhatian penuh Jokowi dalam  menjaga keberlangsungan hidup masyarakat. Bahkan membantu mengurangi beban hidup sehari-hari.

"(Dampak bansos) Sangat signifikan kalau saya secara akademik berbicaranya kan data ya," ucap Djoenet mengakhiri.

Untuk diketahui, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Persentase penduduk miskin pada Maret 2022 sebesar 9,54 persen, menurun 0,17 persen poin terhadap September 2021 dan menurun 0,60 persen poin terhadap Maret 2021.

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Kerumunan Massa saat Jokowi ke NTT Direkayasa

Senin, 03 Agustus 2026 | 13:39

Wewenang Ditjen Bea Cukai Sudah Melampaui Namanya

Minggu, 02 Agustus 2026 | 02:12

UPDATE

Haji Isam Temui Seskab Teddy, Bahas Investasi Pertambangan hingga Hilirisasi

Senin, 10 Agustus 2026 | 14:17

Kolombia Ubah Sikap, Kini Akui Kedaulatan Maroko atas Sahara

Senin, 10 Agustus 2026 | 14:02

KPK Periksa 2 ASN Pemkot Bengkulu dalam Pengembangan Kasus Suap Rejang Lebong

Senin, 10 Agustus 2026 | 14:01

Jelang Sidang Tahunan MPR, Pemerintah Matangkan Persiapan Pidato Kenegaraan Prabowo

Senin, 10 Agustus 2026 | 13:56

Bitcoin Menguat Berkat Derasnya Aliran Dana ETF

Senin, 10 Agustus 2026 | 13:49

Keamanan Data Pajak Jadi Prioritas Usai Kebakaran Bapenda

Senin, 10 Agustus 2026 | 13:45

Destry Damayanti Resmi Jadi Calon Tunggal Gubernur BI

Senin, 10 Agustus 2026 | 13:36

Kejagung Periksa 16 Saksi di Kasus BGN, 10 di Antaranya Direktur Perusahaan

Senin, 10 Agustus 2026 | 13:32

Greenland Tolak Aktivitas Perusahaan AS di Tengah Ancaman Aneksasi Trump

Senin, 10 Agustus 2026 | 13:27

Gibran Jadi Presiden Solusi atau Petaka?

Senin, 10 Agustus 2026 | 13:26

Selengkapnya