Berita

Pemimpin partai konservatif, Poilievre dan PM Kanda Liberal, Trudeau/Net

Dunia

Sindir Pimpinan Konservatif Baru, PM Kanada: Kebijakan Ekonominya Terlalu Sembrono

SELASA, 13 SEPTEMBER 2022 | 09:11 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

RMOL.  Rancangan kebijakan ekonomi pemimpin partai konservatif yang baru, Poilievre, dinilai sebagai langkah yang sembrono dan tidak dipikirkan dengan matang.

Perdana Menteri Kanada dari Partai Liberal, Justin Trudeau mengemukakan pendapatya itu dalam pertemuan kaukus Liberal di St. Andrews, New Brunswick pada Senin (12/9).
"Dia hanya akan menyerukan ide-ide ekonomi sembrono yang akan menyerang institusi dan masyarakat dengan menciptakan ketidakadilan, ketidakamanan serta pengekangan. Itu bukan cerminan dari pemimpin yang bertanggung jawab," tegas Trudeau, seperti dikutip dari Reuters.

Selama kampanye, Poilievre menyalahkan kebijakan ekonomi Trudeau dan Bank of Canada karena telah memicu inflasi. Dia juga mendukung pengunjuk rasa anti-pemerintah yang melumpuhkan pusat kota Ottawa pada Februari lalu.

Selama kampanye, Poilievre menyalahkan kebijakan ekonomi Trudeau dan Bank of Canada karena telah memicu inflasi. Dia juga mendukung pengunjuk rasa anti-pemerintah yang melumpuhkan pusat kota Ottawa pada Februari lalu.

Sebagai cara untuk melawan inflasi, Poilievre mempromosikan cryptocurrency, termasuk Bitcoin. Tetapi Trudeau mencemooh sikapnya tentang cryptocurrency karena dinilai hanya akan menghancurkan ekonomi warga.

"Siapa pun yang mengikuti saran itu maka keuangan mereka akan hancur. Sebab, Cryptocurrency telah jatuh secara dramatis tahun ini," jelas Trudeau.

Poilievre resmi terpilih menjadi ketua partai konservatif Kanada setelah memperoleh 68 persen suara pada Sabtu (10/9). Ia menggantikan pendahulunya, Erin O'Toole, yang digulingkan oleh partai pada Februari lalu setelah kalah dalam pemilihan dari Trudeau tahun lalu.

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

Kubu Jokowi Bergerak Senyap untuk Jatuhkan Prabowo

Rabu, 25 Maret 2026 | 06:15

UPDATE

TNI Gandeng Bulog Hadirkan Program Pangan Murah di Puncak Jaya

Kamis, 02 April 2026 | 03:59

Jadwal KA Ciremai Dipastikan Kembali Normal

Kamis, 02 April 2026 | 03:46

KUR dan Salah Arah Subsidi Negara

Kamis, 02 April 2026 | 03:20

Gugatan Forum Purnawirawan TNI Bertujuan agar Kasus Ijazah Jokowi Rampung

Kamis, 02 April 2026 | 02:55

Umrah Prajurit dan ASN TNI

Kamis, 02 April 2026 | 02:39

Ledakan SPBE Cimuning Turut Porak-Porandakan Pemukiman Warga

Kamis, 02 April 2026 | 02:16

JK: Kalau BBM Murah, Orang akan Pakai Seenaknya

Kamis, 02 April 2026 | 01:59

AS Beri Sinyal Belum Ingin Akhiri Perang dengan Iran

Kamis, 02 April 2026 | 01:37

Wamen Fajar: Model Soal TKA Cocok buat Kebutuhan Masa Depan

Kamis, 02 April 2026 | 01:12

Danantara Didorong Percepat Proyek Hilirisasi dan Waste to Energy

Kamis, 02 April 2026 | 00:54

Selengkapnya