Berita

Koalisi Pemuda Muslim Nasional (Komunal) saat menyampaikan aspirasinya di depan Kantor Bappenas, Menteng, Jakarta Pusat/RMOL

Politik

Kontroversi "Amplop Kiai", Jokowi Didesak Copot Suharso Monoarfa dari Kursi Kepala Bappenas

SENIN, 12 SEPTEMBER 2022 | 22:51 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Suharso Monoarfa diminta lapang dada menanggalkan jabatannya sebagai Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) akibat kegaduhan yang dia buat belakangan ini.

Desakan itu, disampaikan massa aksi dari Koalisi Pemuda Muslim Nasional (Komunal) saat menyampaikan aspirasinya di depan Kantor Bappenas, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (12/9).

Koordinator aksi, Adil mengatakan, Suharso yang merpakan mantan Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) tidak pantas berada di kabinet setelah kontroversi ucapannya soal "amplop kiai" menimbulkan polemik.


Untuk itu, dia juga berharap ada ketegasan dari Presiden Joko Widodo untuk segera mencopot Suharso dari jajaran Kabinet Indonesia Maju.

“Kami meminta Pak Jokowi memecat dan mencopot jabatan Suharso sebagai menteri. Karena Suharso selalu memicu kontroversi,” ujar Adil.

Selain soal amplop kiai, Adil membeberkan, kekayaan Suharso juga naik dengan angka tidak wajar. Tentu, hal ini juga perlu ditelusuri oleh penegak hukum dalam hal ini Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Berdasarkan catatat dari elhkpn.kpk.go.id, Suharso  pada 2018 memiliki kekayaan sebesar Rp 84.279.899. Saat itu Suharso masih menjabat anggota Dewan Pertimbangan Presiden.

Sementara satu tahun berselang, yakni pada 2019 harta Suharso meningkat pesat sebesar Rp 59.861.206.050. Di tahun berikutnya, pada 2020 Suharso melaporkan memiliki harta sebesar Rp 69.793.308.036.

Sedangkan tahun 2021, Suharso melaporkan memiliki harta sebesar Rp 73.064.251.480.

Menurutnya, kejanggalan atas LHKPN perlu diusut tuntas oleh KPK. Hal ini, untuk memastikan kenaikan harta tidak didapat dari tindak kejahatan korupsi.

“Seharusnya KPK segera menindaklanjuti kasusnya, untuk mencegah adanya tindak pidana korupsi,” tandasnya.

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Kerumunan Massa saat Jokowi ke NTT Direkayasa

Senin, 03 Agustus 2026 | 13:39

Wewenang Ditjen Bea Cukai Sudah Melampaui Namanya

Minggu, 02 Agustus 2026 | 02:12

Pergantian Panglima TNI, Kapolri, dan Jaksa Agung Jadi Ujian Kekuatan Prabowo

Senin, 03 Agustus 2026 | 18:10

UPDATE

Usulan PPPK Jadi ASN Pusat Sejalan dengan Komitmen Prabowo

Selasa, 11 Agustus 2026 | 10:24

Emas Antam Terbang Rp20.000, Tembus Rp2,71 Juta per Gram Pagi Ini

Selasa, 11 Agustus 2026 | 10:23

Komisi III DPR Minta Penyebar Hoaks Kerusuhan Berbayar Diberantas

Selasa, 11 Agustus 2026 | 10:13

Bukan Cuma Hapus Konten, Penyebar Hoax Harus Diproses Hukum

Selasa, 11 Agustus 2026 | 10:07

Produk Newport Panen Kecaman, Promosi Tukar Hafal Ayat Suci dengan Miras

Selasa, 11 Agustus 2026 | 10:06

Puluhan Ribu Warga Padati Tunas Bumi Fest 2026 di Wonosobo

Selasa, 11 Agustus 2026 | 10:05

Disambut Sholawat, Gus Yaqut Siap Hadapi Sidang Dakwaan Korupsi Kuota Haji

Selasa, 11 Agustus 2026 | 09:56

Pemulihan Ekosistem Harus Dilakukan Secara Serentak

Selasa, 11 Agustus 2026 | 09:54

Trump Media Tekor 238 Juta Dolar AS, Saham Ambruk 8 Persen

Selasa, 11 Agustus 2026 | 09:53

Ruang Amal Indonesia Siapkan 50 Warga Kurang Mampu Tembus Industri Tekstil

Selasa, 11 Agustus 2026 | 09:49

Selengkapnya