Berita

Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat GMNI Arjuna Putra Aldino/RMOL

Politik

Masyarakat Kesulitan Imbas BBM Naik, GMNI Pertanyakan Kenaikan Laba Pertamina

SENIN, 12 SEPTEMBER 2022 | 20:45 WIB | LAPORAN: ANGGA ULUNG TRANGGANA

Kebijakan pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) ditengah laba Pertamina naik dua kali lipat di tahun 2022 dipertanyakan oleh Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMN).

Hal itu ditanyakan Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat GMNI Arjuna Putra Aldino saat forum Dialog Terbuka Penyampaian Aspirasi Kelompok Cipayung Plus bersama Kelompok masyarakat yang dilaksanakan di Margasiswa Senin (12/9) dengan tema “Kenaikan Harga BBM Kepentingan Siapa? Masalah atau Solusi?”.

Diungkapkan Arjuna, data yang dirilis majalah Fortune, laba Pertamina naik dua kali lipat, Pertamina mencatat pendapatan sebesar Rp 820,659 triliun dengan laba bersih Rp 29,191 triliun.


"Pertamina mencatat laba bersih terhadap pendapatan sebesar 3,6 persen, bahkan Pertamina masuk 500 perusahaan migas global terbesar. Kenapa harga BBM dinaikkan ditengah Pertamina untung berlipat?”, tanya Arjuna

Dalam acara itu, Arjuna juga menyoroti adanya kenaikan kompensasi kepada Direksi dan Komisaris dengan total Rp 446 miliar. Hal ini tercantum dalam Laporan Keuangan Pertamina tahun 2021.

Menurut Arjuna, kenaikan kompensasi kepada direksi dan komisaris Pertamina memperlihatkan  pejabat pengelola energi kita tidak sensitif dengan kehidupan masyarakat yang masih sulit. Kata Arjuna, terkesan berpesta pora ditengah penderitaan rakyat.

“Ini pertunjukan yang buruk, tidak mencerminkan empati sebagai penyelenggara negara," tambah Arjuna

Dasar data yang menjadi rujukan pengambilan kebijakan subsidi BBM juga dipertanyakan oleh Arjuna. Masalahnya menurut Arjuna, data konsumsi BBM berbeda-berbeda versi antar kementerian dan lembaga.

Ia pun mempertanyakan dasar yang dijadikan rujukan pemerintah untuk memproyeksikan anggaran subsidi energi sebesar Rp 502 triliun. Ia mengkritik masing-masing lembaga seperti Kementerian ESDM, Pertamina dan BPS yang memiliki dasar data sendiri-sendiri.

"Jangan sampai ini gelap, tidak transparan, rawan penyelewengan anggaran," ungkap Arjuna

Agenda ini dihadiri oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif, Menteri Sosial Tri Rismaharini dan Kepala Bagian Hukum dan Kerja Sama Luar Negeri Sekretariat Jenderal PHI dan Jamsos, Agatha Widianawati. Serta juga dihadiri oleh Ketua Umum Kelompok Cipayung Plus, Ketua Umum HMI, PMII, GMNI, GMKI, PMKRI, KMHDI, dan elemen mahasiswa lainnya.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Kubu Jokowi Babak Belur Hadapi Kasus Ijazah

Kamis, 01 Januari 2026 | 03:29

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

AS Gempur ISIS di Suriah

Minggu, 11 Januari 2026 | 18:14

Aksi Kemanusiaan PDIP di Sumatera Turunkan Tim Kesehatan Hingga Ambulans

Minggu, 11 Januari 2026 | 18:10

Statistik Kebahagiaan di Jiwa yang Rapuh

Minggu, 11 Januari 2026 | 17:52

AS Perintahkan Warganya Segera Tinggalkan Venezuela

Minggu, 11 Januari 2026 | 17:01

Iran Ancam Balas Serangan AS di Tengah Gelombang Protes

Minggu, 11 Januari 2026 | 16:37

Turki Siap Dukung Proyek 3 Juta Rumah dan Pengembangan IKN

Minggu, 11 Januari 2026 | 15:53

Rakernas PDIP Harus Berhitung Ancaman Baru di Jawa Tengah

Minggu, 11 Januari 2026 | 15:22

Rossan Roeslani dan Ferry Juliantono Terpilih Jadi Pimpinan MES

Minggu, 11 Januari 2026 | 15:15

Pertamina Pasok BBM dan LPG Gratis untuk Bantu Korban Banjir Sumatera

Minggu, 11 Januari 2026 | 14:50

Pesan Megawati untuk Gen Z Tekankan Jaga Alam

Minggu, 11 Januari 2026 | 14:39

Selengkapnya