Berita

Anggota Komisi 1 DPR RI, Sukamta/Net

Politik

Data Bocor, DPR RI Minta Segera Audit Keamanan Siber di Semua Kementerian dan Lembaga Negara

SABTU, 10 SEPTEMBER 2022 | 09:16 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

RMOL.  Terjadinya kebocoran data  beruntun pada kementerian dan lembaga negara di KPU cukup mengkhawatirkan, mengingat dua tahun kedepan Indonesia akan kembali mengadakan pemilu untuk memilih presiden dan kepala daerah.  

Dilaporkan, data yang teretas berisi informasi sensitif dari 105 juta warga Indonesia, meliputi nama lengkap, NIK, nomor KK, alamat lengkap, tempat dan tanggal lahir, usia, jenis kelamin, hingga keterangan soal disabilitas.

Menanggapi insiden tersebut, Anggota Komisi 1 DPR RI, Sukamta menilai kebocoran data tersebut menjadi tanda bahwa keamanan siber milik Indonesia sangatlah lemah sehingga ia meminta pemerintah segera melakukan audit keamanan siber pada seluruh kementerian dan lembaga negara.


"Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) sebagai leading sector segera lalukan audit keamanan siber di semua kementerian dan lembaga negara. Dari hasil audit, bisa segera ditindaklanjuti dengan melakukan penguatan sistem keamanan data," ujar Sukamta, dalam keterangan tertulisnya.

Sukamta menjelaskan bahwa Risiko dari kebocoran data berharga milik negara ini menjadi sangat besar jika jatuh ke tangan pelaku kejahatan siber dan sangat mungkin mengancam keamanan warga masyarakat Indonesia.

Lebih jauh, ia mengingatkan tantangan keamanan siber ke depan menjadi lebih tinggi, sebab penggunaan layanan dan transaksi digital untuk publik akan lebih banyak. Sehingga dibutuhkan regulasi pendukung yang dapat menguatkan terjaminya keamanan data warga.

"Disepakatinya RUU Pelindungan Data Pribadi (PDP) antara Komisi 1 dan Pemerintah tentu satu hal yang menggembirakan. Keberadaan regulasi ini harus segera diikuti dengan membuat rodmap, penataan lembaga, penguatan SDM dan peningkatan teknologi untuk membangun sistem keamaman siber yang kuat," pungkasnya.

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Buyback Emas Antam Meroket Rp55.000, Satu Gram Dibanderol Rp2,45 Juta

Jumat, 12 Juni 2026 | 09:57

Harga Minyak Dunia Merosot Imbas Keputusan Trump

Jumat, 12 Juni 2026 | 09:56

IHSG Terbang 1,6 Persen Menuju 6.000, Rupiah Ikut Menguat

Jumat, 12 Juni 2026 | 09:44

PKS: Koalisi Prabowo Akan Tetap Konstruktif Jaga Persatuan Bangsa

Jumat, 12 Juni 2026 | 09:40

Pengusaha Heri Black Dicecar KPK soal Kontainer Berisi Sparepart di Pelabuhan Tanjung Emas

Jumat, 12 Juni 2026 | 09:29

10 Kader Ramaikan Bursa Caketum PB SEMMI di Kongres IX Banten

Jumat, 12 Juni 2026 | 09:17

Berkas Lengkap, Mantan Ketua Ombudsman Hery Susanto Segera Disidang

Jumat, 12 Juni 2026 | 09:08

Korea Pimpin Reli Bursa Asia

Jumat, 12 Juni 2026 | 08:54

Galeri 24 Dorong Literasi Investasi Emas Masyarakat di Jakarta Fair 2026

Jumat, 12 Juni 2026 | 08:47

Manfaatkan Program Nikah Massal dan One Stop Nikah Solution dari Kemenag, Daftar Sekarang!

Jumat, 12 Juni 2026 | 08:43

Selengkapnya