Berita

Sarasehan 100 Ekonom dalam rangka peringatan ulang tahun Indef/Net

Publika

Paguyuban Keluarga Besar

JUMAT, 09 SEPTEMBER 2022 | 11:29 WIB | OLEH: DR. IR. SUGIYONO, MSI

PADA suatu hari Rabu Legi tanggal 7 September 2022, “bekicot” dikondisikan duduk di meja nomor 2. Pengondisian itu, agar bekicot mendengar dan melihat secara langsung pengarahan kuliah umum dari pemerintah pada acara Sarasehan 100 ekonom di Jakarta, dalam rangkaian acara peringatan ulang tahun Indef yang ke 27 tahun.

Bekicot sungguh terkejut, ketika pemerintah menjulurkan tangan terlebih dahulu untuk bersalaman. Pemerintah tentu saja tidak kenal, karena prosedural acara itu sengaja dikondisikan dan diatur oleh protokoler istana dan Paspampres.

Sebelumnya, pada tahun 1984 dalam rangkaian acara peringatan kemerdekaan NKRI, sebagai salah satu peserta rombongan para teladan dan juara, kemudian bekicot juga mengalami kejadian kilas mundur yang sama, yaitu bekicot diajak bersalaman dengan HM Soeharto, para menteri, termasuk dengan almarhum Prof Burhanuddin Jusuf Habibie dalam sebuah acara ramah-tamah. Menghadiri pidato peringatan kemerdekaan NKRI dan pengantar nota keuangan dan RAPBN di Gedung MPR DPR Senayan Jakarta.


Ketika itu bekicot beberapa kali mengantuk tertidur dalam mendengarkan pidato HM Soeharto. Bahasa langitan itu tidak dipahami oleh bekicot. Tidak menyangka 24 tahun kemudian, bekicot mulai mengerti setiap pidato langitan tersebut ketika hampir setiap hari kerja bekicot duduk di balkon menonton dialog, perdebatan, pidato, dan pantun dari para wakil rakyat di Senayan Jakarta sejak bulan Mei tahun 2008.

Bekicot senang bersalaman dengan pemerintah, karena bekicot biasanya tidak punya teman. Gatot Subroto yang menjadi teman bekicot sudah meninggal dunia. Ketika itu bekicot meminta, agar Prof Parulian Hutagaol bersedia mengampuni Gatot Subroto, yang datang terlambat pulang ke kampus.

Gatot Subroto macet terjebak dalam tugas sebagai duta Kemendikbud di Australia. Prof Wilson Holomoan Limbong dan Prof Firdaus bersedia memberikan kesempatan untuk menguji Gatot Subroto, antara lain, karena bekicot memintakan pengampunan untuk memberikan kesempatan kepada Gatot Subroto dengan dalih bekicot tidak punya teman. Tidak enak ada teman yang tidak lulus sekolah formal terakhir, yaitu sekolah doktor di UI kampus Bogor.

Berkaca dari kisah perjalanan hidup Gatot Subroto, Gatoet Sroe Hardono, dan Wini Nahraeni, maka bekicot sungguh tidak ingin kehilangan teman baru yang bernama pemerintah. Sebab, dahulu pemerintahan HM Soeharto berakhir setelah goncangan perilaku kenaikan harga tinggi daripada BBM.

Akan tetapi, “teman” bekicot satu dosen pembimbing dari Prof Bonar Marulitua Sinaga, yaitu Soesilo Bambang Yudhoyono sebagai pemerintah berhasil 2 kali lolos dari tekanan goncangan kenaikan harga BBM tinggi.

Sekarang mahasiswa dan serikat pekerja rajin menolak kenaikan harga BBM mengikuti irama gendang bertalu-talu dari pemodelan tragedi Arab Springs.

Peneliti Indef, yang juga pengajar Universitas Mercu Buana

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

UPDATE

Bareskrim Gerebek 9 Lokasi Rawan Narkoba di Sumut, Puluhan Pengedar dan Pemakai Diamankan

Senin, 12 Oktober 2026 | 12:28

Pasar Serdang Kemayoran Segera Direvitalisasi

Senin, 12 Oktober 2026 | 12:15

Hadiah Bibit Korupsi

Senin, 12 Oktober 2026 | 12:01

Aparat Usut Dugaan Investasi Emas Bodong Rp25 Miliar yang Seret Sejumlah Artis

Senin, 12 Oktober 2026 | 11:55

Putusan MK soal Gibran Bergulir ke Ranah Politik

Senin, 12 Oktober 2026 | 11:39

Karhutla Belum Tuntas, Pemerintah Kaji Langkah Penanganan Terbaik

Senin, 12 Oktober 2026 | 11:34

Kemenhub Catat 1.673 Penerbangan Terdampak Karhutla: 907 Batal

Senin, 12 Oktober 2026 | 11:17

Radja Nainggolan Ungkap Penyesalan Besar Belum Pernah Bela Timnas Indonesia

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Trump Pertimbangkan Bantu Arab Saudi Perangi Houthi

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:48

Selengkapnya