Berita

Dosen Hukum Pidana Universitas Trisakti, Azmi Syahputra/Net

Hukum

Azmi Syahputra: Terbiasa Bohong, Alat Lie Detector Tidak akan Efektif Ungkap Kasus Ferdy Sambo

JUMAT, 09 SEPTEMBER 2022 | 02:59 WIB | LAPORAN: ANGGA ULUNG TRANGGANA

Alat lie detector yang digunakan oleh polisi dinilai tidak akan dapat optimal dalam mengungkap kasus dugaan pembunuhan berencana yang dilakukan oleh mantan Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo.

Demikian disampaikan Dosen Hukum Pidana Universitas Trisakti, Azmi Syahputra, Kamis malam (8/9).

Kata Azmi, alat lie detector tersebut tidak akan efektif kepada orang yang sejak awal sudah berbelit-belit dan ceritanya berubah-ubah.


"Perilakunya dengan terbiasa membuat keterangan fiktif dan bohong," demikian kata Azmi.

Dalam pandangan Azmi, alat lie detector hanya sarana bantu bila orang tersebut tidak terlatih untuk bohong. Namun demikian, mengingat kasus ini sejak awal sudah penuh manipulatif.

Apalagi, kata Azmi, pembunuhan terhadapa Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat tengah direncanakan dengan pemikiran secara sistematis yang melibatkan banyak orang.

Ia menilai sudah tidak ada lagi rasa takut dan cemas bagi pelaku, sudah disiapkan dialektika  jawaban oleh FS. Jawaban FS, tambah Azmi, yang dapat mengemas dan memberikan keterangan dan dalil hingga seolah dapat menyakinkan orang lain.

"Sehingga alat ini tidak akan dapat optimal dalam mengungkap kejahatan yang dilakukan oleh Irjen FS, alat ini seolah akan jadi seperti "benda mainan" saja," jelas Azmi.

Azmi menyarankan tim penyidik Polri lebi baik fokus pada pembuktian di penggalian melalui pengumpulan rekaman data CCTV, data informasi elektronik dan keterangan putri Candrawathi.

"Karena ini lebih relevan untuk dijadikan alat bukti yang sah, yang harus dan mesti ada keterkaitan antara bukti  dengan keterangan saksi dan alat bukti lain," demikian catatan Azmi.

Pandangan Azmi, jika ini ditemukan maka cenderung kekuatan pembuktiannya lebih kuat dalam mencari kebenaran terkait peristiwa pembunuhan Brigadir J.

"Termasuk dari tahap ini akan membuat terang dalam menentukan pelaku utama dan siapakah pengendali pada kasus pembunuhan Brigadir J," pungkas Azmi.

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Omongan Amien Rais Dibenarkan Publik selama Tak Dibantah Teddy

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:15

UPDATE

Jepang Akui Otonomi Sahara Solusi Paling Realistis

Minggu, 10 Mei 2026 | 12:21

Pencanangan HUT Jakarta Bawa Mimpi Besar Jadi Kota Global

Minggu, 10 Mei 2026 | 12:02

Warga Jakarta Kini Wajib Pilah Sampah Jadi 4 Kategori, Ini Daftarnya

Minggu, 10 Mei 2026 | 11:40

Kritik Amien Rais Dinilai Bermuatan Panggung Politik

Minggu, 10 Mei 2026 | 11:30

Pramono Optimistis Persija Menang Lawan Persib

Minggu, 10 Mei 2026 | 11:18

Putin Klaim Perang Ukraina Segera Berakhir, Siap Temui Zelensky untuk Damai

Minggu, 10 Mei 2026 | 11:10

JK Negarawan, Pemersatu Bangsa, dan Arsitek Perdamaian Nasional yang Patut Dihormati

Minggu, 10 Mei 2026 | 10:48

BMKG-BNPB Lakukan OMC Kendalikan Potensi Karhutla di Sumsel

Minggu, 10 Mei 2026 | 10:41

Israel Bangun Pangkalan Militer Rahasia di Gurun Tanpa Sepengetahuan Irak

Minggu, 10 Mei 2026 | 10:23

KPK Sampaikan Duka Mendalam atas Wafatnya Anggota BPK Haerul Saleh

Minggu, 10 Mei 2026 | 09:44

Selengkapnya