Berita

Lumpur masih menutupi situs Mohenjo Daro setelah terendam banjir/Net

Dunia

Situs Peradaban Kuno Mohenjo Daro di Pakistan Rusak Parah Terendam Banjir

KAMIS, 08 SEPTEMBER 2022 | 16:33 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Sebuah situs warisan dunia Mohenjo Daro di Pakistan rusak parah akibat terendam banjir. Situs Mohenjo Daro merupakan salah satu pemukiman tertua yang dipelihara UNESCO di Lembah Sungai Indus, 508 kilometer dari Karachi.

Situs yang dibangun pada Zaman Perunggu atau sekitar 5.000 tahun yang lalu ini berada di atas kawasan yang rentan terhadap kerusakan lingkungan. Sebagian besar bangunan ini ditemukan pada tahun 1920-an.

Kerusakan akibat banjir membuat otoritas Pakistan telah mengirimkan surat kepada UNESCO.


"Sayangnya kami menyaksikan penghancuran masal di situs tersebut," begitu bunyi surat dari Departemen Kebudayaan, Pariwisata, & Purbakala negara bagian Singh yang dikirim ke UNESCO dan ditandatangani oleh kurator Ihsan Ali Abbasi dan arsitek Naveed Ahmed Sangah.

Dimuat CNN pada Kamis (8/9), surat tersebut juga menunjukkan gambar terkait kondisi situs Mohenjo Daro terkini. Dinding batanya telah runtuh serta lapisan lumpur bekas banjir tampak menutupi situs tersebut.

Saat ini tim di lokasi telah berupaya untuk meminimalkan dampak kerusakan, termasuk memperbaiki tembok bata dan membersihkan saluran air. Tetapi tindakan ini dinilai belum cukup untuk memperbaiki situs pemukiman tertua tersebut.

Di dalam surat kepada UNESCO, pemerintah Pakistan meminta dana sebesar 100 juta rupee atau Rp 6 miliar untuk menutupi biaya perbaikan.

Lantaran berada di wilayah yang rawan, para ahli konservasi Mohenjo Daro telah mengetahui dan memperingatkan sejak lama bahwa banjir dapat menimbulkan risiko serius.

Mohenjo Daro memberikan kesaksian luar biasa tentang peradaban Indus yang terdiri dari kota terencana paling kuno di anak benua India. Dahulu pada masa kejayaannya, kota ini merupakan kota metropolitan yang ramai.

Mohenjo Daro dimasukkan daftar oleh UNESCO pada tahun 1980, yang saat ini terancam menjadi tempat bersejarah yang berisiko tinggi mengalami kehancuran.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

UPDATE

AS dan Iran Kembali Saling Serang

Selasa, 05 Mei 2026 | 12:02

Rupiah Melemah Tajam ke Rp17.400, BI Soroti Tekanan Global

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:40

Ekonomi RI Tumbuh 5,61 Persen di Kuartal I-2026, Tertinggi Sejak Pandemi Covid-19

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:32

Harga Minyak Melonjak Meski OPEC+ Berencana Tambah Produksi

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:22

Polri Larang Anggota Live Streaming Saat Berdinas

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:18

Kenaikan HET MinyaKita Picu Harga Lewati Batas Wajar

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:09

Prabowo Minta Kampus Bantu Pemda Atasi Masalah Sampah hingga Tata Kota

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:09

Penyelidikan Korupsi Lahan Whoosh Mandek, KPK Akui Beban Perkara Menumpuk

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:08

Aktivis HAM Tak Perlu Disertifikasi

Selasa, 05 Mei 2026 | 10:40

Dubes Perempuan RI Baru Sekitar 10 Persen, Jauh dari Target 30 Persen

Selasa, 05 Mei 2026 | 10:40

Selengkapnya