Berita

Direktur Eksekutif Arus Survei Indonesia, Ali Rif’an saat paparkan temuan surveinya soal nelayan/Repro

Politik

Temuan ASI, 79 Persen Nelayan Indonesia Mengaku Warga NU

KAMIS, 08 SEPTEMBER 2022 | 02:11 WIB | LAPORAN: ANGGA ULUNG TRANGGANA

Temuan Lembaga Arus Survei Indonesia (ASI), sebanyak 34,4 persen responden mengaku sebagai warga pesisir atau dekat dengan laut atau punya mata pencaharian serta aktivitas yang berhubungan dengan kelautan dan perikanan.

“Survei ini dilakukan terhadap responden secara nasional yang berusia 17 tahun ke atas. Jika diasumsikan penduduk di atas 17 tahun adalah sekitar 200 juta, maka ada 68,8 juta penduduk Indonesia tinggal di pesisir atau disebut warga maritim,” tutur Direktur Eksekutif Arus Survei Indonesia, Ali Rif’an, dalam pemaparan hasil surveinya, Rabu (7/9).

Selain itu, yang menarik dari temuan survei ini, dari 68,8 juta jiwa warga pesisir (34,4 persen dari total populasi), sebanyak 79,0 persen (atau sekitar 54,5 juta jiwa) merasa bagian atau merasa dekat dengan organisasi Nahdlatul Ulama (NU).


“Dari 34,4 persen total populasi warga maritim, ketika ditanya soal afiliasi organisasi keislaman, sebanyak 79,0 persen merasa bagian atau merasa dekat dengan organisasi Nahdlatul Ulama (NU),” terang Ali Rif’an.

Sementara 9,2 persen mengaku merasa dekat dengan Muhamadiyah. Adapun yang terafiliasi dengan organisasi Islam lainnya 3,2 persen dan sisanya 8,6 persen mengaku tidak tahu/tidak jawab,

Survei ini juga menggali kendala yang alami para nelayan Indonesia selama ini. Hasil survei menyebutkan, belum kuatnya akses nelayan terhadap sumber permodalam (30,4 persen) merupakan kendala utama nelayan saat ini, disusul masih gaptek teknologi (27,6 persen), kuota solar subsidi untuk nelayan kurang memadai (14,7 persen), konflik antar-nelayan terkait alat tangkap tangan dan jalur penangkapan (12,9 persen). Adapun 13,8 persenmengaku tidak tahu/tidak jawab.

Hal sama juga terkait subsidi untuk nalayan. “Sebanyak 53,0 persenresponden tidak yakin subsidi untuk nelayan akan sampai dan memenuhi kuota. Sementara 24,4 persen mengaku yakin. Adapun 22,6 persen mengaku tidak tahu/tidak jawab,” jelas Ali Rif’an.

Survei ini dilaksanakan pada tanggal 14 – 20 Agustus 2022 di 34 provinsi di Indonesia dengan cara telesurvei, yaitu responden diwawancara melalui kontak telepon menggunakan kuesioner.

Metode penarikan sampel Multistage Random Sampling. Jumlah responden 1200 responden  dengan margin of error +/- 2.9 persenpada tingkat kepercayaan 95 persen.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Perdana sebagai Anggota Penuh, Prabowo Hadiri KTT BRICS di India

Sabtu, 12 September 2026 | 12:20

Serda Ahmad Muzammil Tewas, POMAU Periksa 4 Personel

Sabtu, 12 September 2026 | 12:06

Menteri Imipas Penuhi Janji, 82 WNI Dipulangkan dari Malaysia

Sabtu, 12 September 2026 | 11:52

Kemendikdasmen Prioritaskan Revitalisasi Ribuan Sekolah, Ini Kategorinya

Sabtu, 12 September 2026 | 11:37

Pertamina Patra Niaga Tingkatkan Pasokan BBM ke SPBU Sulsel

Sabtu, 12 September 2026 | 11:28

Soal Life Jacket yang Ditemukan, Pemilik Kapal Buka Suara

Sabtu, 12 September 2026 | 11:10

Hari Pelanggan, Manfaat Perlindungan Kesehatan Tembus Rp1,1 Triliun

Sabtu, 12 September 2026 | 11:01

LRT Jabodebek Beroperasi Normal Usai Gempa M5,9 Guncang Jakarta

Sabtu, 12 September 2026 | 10:50

Emas Antam Naik di Akhir Pekan, Satu Gram Jadi Segini

Sabtu, 12 September 2026 | 10:45

DPR Desak Usut Tuntas Penembakan Tiga Pegawai Pertanian Jayawijaya

Sabtu, 12 September 2026 | 10:28

Selengkapnya