Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Batasi Pasokan Ke Eropa, Rusia Kirim Lebih Banyak Energi Ke Asia

RABU, 07 SEPTEMBER 2022 | 08:54 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Ketika Eropa mengalami pengurangan pasokan energi besar-besaran dari Rusia selama perang, negara-negara Asia justru memperoleh tambahan minyak dan batu bara yang signifikan, khususnya India dan China.

Seperti dimuat The Associated Press pada Selasa (6/9), selama musim panas, India dan China telah menerima energi lebih banyak dibandingkan dengan negara anggota Uni Eropa (UE) awal tahun ini.

Pusat Penelitian Energi dan Udara Bersih mengatakan Rusia menerima pendapatan sekitar Rp 2.354 triliun untuk penjualan minyak, gas alam, dan batu bara dari Februari hingga Agustus. Lebih dari setengahnya senilai Rp 1.252 triloun berasal dari ekspor UE.


Jerman adalah negara UE yang menjadi importir terbesar bahan bakar fosil Rusia dengan total pembelian senilai Rp 280 triliun selama periode enam bulan. Meski begitu, importir tunggal terbesar di dunia adalah China, yang membeli energi Rusia sebesar Rp 515 triliun.

Menteri ekonomi Jerman, Robert Habeck, mengatakan pada Senin (5/9), bahwa negaranya tidak mengharapkan impor gas dari Rusia untuk dilanjutkan lagi.

Sementara India dan China pada periode musim panas di bulan Juli dan Agustus telah mengimpor lebih banyak batu bara dan minyak mentah dari Rusia dibandingkan pada Februari dan Maret 2022.

Sejak invasi ke Ukraina dimulai,  volume ekspor Rusia secara keseluruhan turun sebanyak 18 persen.  Ditambah lagi, UE telah memotong impornya dari Rusia sebesar 35 persen dengan melarang pembelian batu bara serta minyak yang akan berlaku mulai akhir tahun ini.

Sebagai respon, Rusia juga ikut memotong aliran gas alam ke UE secara signifikan yang menunjukkan bahwa pihaknya tidak akan melanjutkan pengiriman kecuali Barat setuju untuk mencabut sanksinya.

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

Kubu Jokowi Bergerak Senyap untuk Jatuhkan Prabowo

Rabu, 25 Maret 2026 | 06:15

UPDATE

TNI Gandeng Bulog Hadirkan Program Pangan Murah di Puncak Jaya

Kamis, 02 April 2026 | 03:59

Jadwal KA Ciremai Dipastikan Kembali Normal

Kamis, 02 April 2026 | 03:46

KUR dan Salah Arah Subsidi Negara

Kamis, 02 April 2026 | 03:20

Gugatan Forum Purnawirawan TNI Bertujuan agar Kasus Ijazah Jokowi Rampung

Kamis, 02 April 2026 | 02:55

Umrah Prajurit dan ASN TNI

Kamis, 02 April 2026 | 02:39

Ledakan SPBE Cimuning Turut Porak-Porandakan Pemukiman Warga

Kamis, 02 April 2026 | 02:16

JK: Kalau BBM Murah, Orang akan Pakai Seenaknya

Kamis, 02 April 2026 | 01:59

AS Beri Sinyal Belum Ingin Akhiri Perang dengan Iran

Kamis, 02 April 2026 | 01:37

Wamen Fajar: Model Soal TKA Cocok buat Kebutuhan Masa Depan

Kamis, 02 April 2026 | 01:12

Danantara Didorong Percepat Proyek Hilirisasi dan Waste to Energy

Kamis, 02 April 2026 | 00:54

Selengkapnya