Berita

Presiden Prancis, Emmanuel Macron bersama Kanselir Jerman Olaf Scholz/Net

Dunia

Hadapi Krisis Energi, Prancis dan Jerman Komitmen akan Saling Bantu

SELASA, 06 SEPTEMBER 2022 | 12:25 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

  Prancis dan Jerman sepakat untuk meningkatkan solidaritas dalam menghadapi krisis energi selama perang Rusia-Ukraina.

Usai melakukan pembicaraan dengan  Kanselir Jerman Olaf Scholz di Istana Elysee,  Presiden Prancis Emmanuel Macron mengumumkan komitmen kedua negara untuk saling membantu melalui krisis energi dan melewati musim dingin yang akan datang.

"Kami siap untuk mengirimkan lebih banyak gas ke Jerman. Sementara Jerman akan menawarkan lebih banyak listrik ke Prancis jika krisis energi saat ini berlanjut hingga musim dingin," ungkapnya dalam konferensi pers bersama Scholz.  


Seperti dimuat Xinhua pada Selasa (6/9), Macron menyatakan sangat mendukung langkah-langkah solidaritas di kawasan Eropa yang mulai dibangun untuk menghadapi krisis energi saat ini.

"Kemungkinan kita akan menyediakan gas dengan harga yang murah. Mengenai harga energi yang tinggi di Eropa, saya usulkan untuk mengatur mekanisme kontrol operasi spekulatif di tingkat Eropa," jelasnya.  

Menjelang pertemuan para menteri energi Uni Eropa, Macron menyatakan setuju dengan wacana pembatasan untuk pembelian minyak ke Rusia.

Untuk mendukung wacana itu,  Macron menghimbau warganya untuk mulai menghemat energi dengan membatasi pemanasan hingga 19 derajat celcius, karena baginya Prancis tidak dalam kondisi untuk melakukan penjatahan energi.  

Menurut menteri Transisi Energi Prancis, Agnes Pannier-Runacher,  cadangan gas Prancis 92 persen telah terpenuhi untuk persiapan musim dingin ini. Pemerintah juga telah mematikan 32 dari 56 reaktor nuklir untuk pemeliharaan rutin dan persiapan di pergantian musim.

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

Kubu Jokowi Bergerak Senyap untuk Jatuhkan Prabowo

Rabu, 25 Maret 2026 | 06:15

UPDATE

TNI Gandeng Bulog Hadirkan Program Pangan Murah di Puncak Jaya

Kamis, 02 April 2026 | 03:59

Jadwal KA Ciremai Dipastikan Kembali Normal

Kamis, 02 April 2026 | 03:46

KUR dan Salah Arah Subsidi Negara

Kamis, 02 April 2026 | 03:20

Gugatan Forum Purnawirawan TNI Bertujuan agar Kasus Ijazah Jokowi Rampung

Kamis, 02 April 2026 | 02:55

Umrah Prajurit dan ASN TNI

Kamis, 02 April 2026 | 02:39

Ledakan SPBE Cimuning Turut Porak-Porandakan Pemukiman Warga

Kamis, 02 April 2026 | 02:16

JK: Kalau BBM Murah, Orang akan Pakai Seenaknya

Kamis, 02 April 2026 | 01:59

AS Beri Sinyal Belum Ingin Akhiri Perang dengan Iran

Kamis, 02 April 2026 | 01:37

Wamen Fajar: Model Soal TKA Cocok buat Kebutuhan Masa Depan

Kamis, 02 April 2026 | 01:12

Danantara Didorong Percepat Proyek Hilirisasi dan Waste to Energy

Kamis, 02 April 2026 | 00:54

Selengkapnya