Berita

Dirtipidum Polri Brigjen Andi Rian Djajadi (tengah)/Ist

Hukum

Outfit Brigjen Andi Rian Disorot Warganet, PP HIMMAH: Jangan jadi Hakim Dadakan

SELASA, 06 SEPTEMBER 2022 | 02:39 WIB | LAPORAN: ANGGA ULUNG TRANGGANA

Warganet ramai menyoroti outfit yang dikenakan oleh Dirtipidum Polri Brigjen Andi Rian Djajadi. Sorotan muncul karena diduga sejumlah pakaian hingga aksesoris mewah yang dikenakan Brigjen Andi.

Merespons sorotan warganet itu, Ketua Umum PP HIMMAH Abdul Razak Nasution meminta agar publik tak berlebihan dan jangan jadi hakim dadakan soal outfit yang dikenakan jenderal bintang satu itu.

Menurutnya, kemewahan tak bisa hanya diukur dari pakaian. Apalagi para jenderal tersebut kata dia juga tak menaiki kendaraan-kendaraan mewah.


"Belum Tentu. Kalau gaya hidup mewah itu ya bawa mobil mewah, kalau soal pakaian ya enggak lah. Jangan berlebihan,” kata Razak kepada Kantor Berita Politik RMOL, Senin (5/9).

Dia menyebut harga pakaian bisa bervariasi tergantung tempat pembelian. Menurutnya, merk atau jenis pakaian memang bisa lebih mahal jika dibeli di Indonesia.

Namun, harga pakaian yang sama bisa jauh lebih murah jika dibeli di luar negeri.

"Itu pakaian ya, harganya kan bisa macam-macam.Di beli di Jakarta ya di mall ya mahal bisa Rp 7,5 juta. Tapi kalo beli di outlet-outlet di negara tertentu, itu cuma nggak nyampe 60 s.d 65 US Dolar kok cuma se-jutaan gitu. Masalahnya di mana?" kata dia.

Outfit atau pakaian Brigjen Andi Rian Djajadi dalam beberapa kesempatan jumpa pers menjadi sorotan warganet. Mereka menyebut Andi Rian mengenakan pakaian hingga jam tangan dengan harga fantastis.

Warganet bahkan merinci harga out fit yang dikenakan Andi Rian. Mulai dari kemeja seharga Rp 7 juta, kemeja hitam Rp 12 juta, jam tangan Rp 250 juta, hingga cincin safir biru seharga Rp 1,2 miliar.

Populer

10.060 Jemaah Umrah Telah Kembali ke Tanah Air

Kamis, 05 Maret 2026 | 09:09

Rumah Bersejarah di Menteng Berubah Wujud

Sabtu, 07 Maret 2026 | 22:49

Pengacara Terkenal yang Menyita Perhatian Publik

Minggu, 08 Maret 2026 | 11:44

KPK Dikabarkan Gelar OTT di Cilacap Jawa Tengah

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:54

Siapa Berbohong, Fadia Arafiq atau Ahmad Luthfi?

Sabtu, 07 Maret 2026 | 06:42

Bangsa Tak Akan Maju Tanpa Makzulkan Gibran dan Adili Jokowi

Senin, 09 Maret 2026 | 00:13

Anggaran Pendidikan Diperebutkan, Sistemnya Tak Pernah Dibereskan

Sabtu, 14 Maret 2026 | 07:48

UPDATE

Fasilitas Server Diserang, AS-Israel Makin Kewalahan Hadapi Iran

Senin, 16 Maret 2026 | 01:30

Kecelakaan Beruntun di Tol Semarang-Batang Nihil Korban Jiwa

Senin, 16 Maret 2026 | 01:09

Port Visit di Cape Town

Senin, 16 Maret 2026 | 00:50

Program MBG Bisa Lebih Kuat jika Didesain secara Otonom

Senin, 16 Maret 2026 | 00:30

Persib dan Borneo FC Puas Berbagi Poin

Senin, 16 Maret 2026 | 00:01

Liberalisasi Informasi dan Kebutuhan Koordinasi

Minggu, 15 Maret 2026 | 23:42

Polri Buka Posko Pengaduan Khusus Kasus Andrie Yunus

Minggu, 15 Maret 2026 | 23:17

Ketika Jiwa Bangsa Menjawab Arogansi Teknologi

Minggu, 15 Maret 2026 | 23:14

Teror Air Keras dalam Dialektika Habermasian

Minggu, 15 Maret 2026 | 22:45

Yuddy Chrisnandi: Visi Menteri dan Presiden Harus Selaras

Minggu, 15 Maret 2026 | 22:32

Selengkapnya