Berita

Potongan video suami mencekik istrinya yang dalam proses pemulihan kanker/Repro

Nusantara

Belasan Tahun Menikah, Perempuan yang Dicekik Sang Suami Mengaku Masih Perawan

SENIN, 05 SEPTEMBER 2022 | 15:50 WIB | LAPORAN: BONFILIO MAHENDRA

Selama belasan tahun membina rumah tangga, ternyata NC dan AH belum pernah sekalipun melakukan hubungan suami istri. Hal itulah yang menyebabkan NC memilih program bayi tabung untuk memperoleh keturunan.

Demikian pengakuan yang disampaikan NC saat berbincang dengan Kantor Berita RMOLJakarta melalui aplikasi WhatsApp, Senin 5/9).

"Selama belasan tahun menikah saya masih perawan," kata NC.


Menurut NC, berdasarkan pengakuan AH, dia tidak bisa melakukan kewajiban selaku suami karena memiliki masalah dengan organ vitalnya. Tapi sayangnya AH tidak pernah mau berobat.

NC mengaku sudah merancang untuk mengikuti program bayi tabung sebelum usianya 40 tahun, namun suami selalu menundanya.

Hingga akhirnya NC baru bisa mengikuti program bayi tabung setelah usianya lewat dari 40 tahun.

"Saat diperiksa dokter ternyata alat reproduksi suami saya sehat-sehat saja. Dokter pun bingung udah belasan tahun menikah kenapa saya masih dalam kondisi perawan," tuturnya.

NC menduga AH membiarkannya tidak hamil karena dipaksa terus-menerus bekerja mencari nafkah.

"Saya dipaksa menjadi mesin duit, dan saat saya sudah sakit dia mencampakkannya. Habis manis sepah dibuang," sesalnya

Lanjutnya, saat AH meninggalkan rumahnya di kawasan Sunter, Jakarta Utara satu tahun lalu, suaminya tersebut membawa uang modal usaha.

"Uang itu dipakai AH untuk foya-foya dengan wanita lain. Setelah uang habis dia pulang dan menganiaya saya lagi," demikian NC.

Sebelumnya viral sebuah video dimana seorang suami (AH) tega mencekik dan memukul istrinya (NC) yang tengah dalam proses penyembuhan kanker.

Aksi kekerasan AH itu direkam sendiri oleh istrinya yang megap-megap akibat dicekik lehernya.

Dalam video yang beredar, seorang asisten rumah tangga (ART) berupaya melerai aksi kekerasan AH terhadap istrinya NC. ART berbaju kuning itu berusaha mengevakuasi majikan perempuannya ke dalam rumah.

Kedua video tersebut disebarkan NC. Dalam pesan yang dikirimkannya, dia mengatakan penyiksaan yang dialaminya terjadi pada hari Jumat (2/9) sekitar pukul 16.00 WIB di depan kediaman mereka di kawasan Sunter, Jakarta Utara.

NC mengaku dirinya pernah mengadukan kekerasan yang kerap dilakukan suaminya ke Komnas Perempuan. Namun sia-sia.

“Mohon bantu viralkan agar pihak berwajib bisa bertindak,” pintanya.

Populer

Enam Pengusaha Muda Berebut Kursi Ketum HIPMI, Siapa Saja?

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:37

Kasi Intel-Pidsus Kejari Ponorogo Terseret Kasus Korupsi Bupati Sugiri

Rabu, 21 Januari 2026 | 14:15

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Rakyat Lampung Syukuran HGU Sugar Group Companies Diduga Korupsi Rp14,5 Triliun Dicabut

Kamis, 22 Januari 2026 | 18:16

KPK Dikabarkan OTT Walikota Madiun Maidi

Senin, 19 Januari 2026 | 15:23

Aneh! UGM Luluskan Jokowi dengan Transkrip Nilai Amburadul

Minggu, 18 Januari 2026 | 00:35

UPDATE

PJJ dan WFH Didorong Jadi Standar Baru di Jakarta

Sabtu, 24 Januari 2026 | 06:02

Prajurit di Perbatasan Wajib Junjung Profesionalisme dan Disiplin

Sabtu, 24 Januari 2026 | 06:00

Airlangga Bidik Investasi Nvidia hingga Amazon

Sabtu, 24 Januari 2026 | 05:42

Indonesia Jadi Magnet Event Internasional

Sabtu, 24 Januari 2026 | 05:26

Macron Cemas, Prabowo Tawarkan Jalan Tengah

Sabtu, 24 Januari 2026 | 05:23

Rismon Sianipar Putus Asa Hadapi Kasus Ijazah Jokowi

Sabtu, 24 Januari 2026 | 05:11

Polda Metro Terima Lima LP terkait Materi Mens Rea Pandji

Sabtu, 24 Januari 2026 | 05:09

Prabowo Jawab Telak Opini Sesat Lewat Pencabutan Izin 28 Perusahaan

Sabtu, 24 Januari 2026 | 04:26

Polisi Bongkar 'Pabrik' Tembakau Sintetis di Kebon Jeruk

Sabtu, 24 Januari 2026 | 04:16

Pesan Prabowo di WEF Davos: Ekonomi Pro Rakyat Harus Dorong Produktivitas

Sabtu, 24 Januari 2026 | 04:04

Selengkapnya