Berita

Ekonom Universitas Indonesia, Fithra Faisal/Net

Politik

Ekonom Yakin Keuangan Indonesia Masih Solid Hadapi Dampak Kenaikan BBM Subsidi

SENIN, 05 SEPTEMBER 2022 | 11:51 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Kondisi ekonomi nasional diklaim solid untuk menghadapi dampak kenaikan harga BBM Pertamina yang telah ditetapkan pemerintah.

Ekonom Universitas Indonesia, Fithra Faisal mengatakan, perekonomian dalam negeri masih solid merujuk pada deflasi nasional yang diumumkan BPS minus 0,21 persen pada kuartal II 2022.

"Ini deflasi terbesar setelah 2019. Artinya tekanan inflasi sudah mulai reda. Secara tahunan juga inflasi pada Agustus lalu sebesar 4,69 persen, (dibanding) bulan Juli yang hanya 4,9 persen," kata Fithra kepada wartawan, Senin (5/9).


Melihat kecenderungan tersebut, Fithra memberi saran agar pemerintah memanfaatkan momentum untuk mengurangi beban subsidi bahan bakar minyak yang telah mengganggu stabilitas fiskal APBN.
 
Pada Agustus 2022 lalu, manufacturing purchasing managers index (PMI) Indonesia tercatat berada pada angka 51,7 atau naik 0,4 dibandingkan bulan sebelumnya 51,3.
 
Asosiasi Analis Kebijakan Indonesia (AAKI) mengusulkan, tiga langkah yang dapat diambil pemerintah memanfaatkan momentum tersebut.

Pertama, penyesuaian harga BBM bersubsidi. Kemudian penyediaan bantalan pengamanan sosial bagi masyarakat, dan ketiga reformasi energi.

Formulasi itu merupakan hasil kajian cepat AAKI untuk mempelajari urgensi dan dampak kebijakan penyesuaian subsidi BBM terhadap berbagai aspek.
 
AAKI menilai, pengurangan besaran subsidi BBM, terutama Pertalite, Pertamax, dan Solar dapat memenuhi prinsip-prinsip keadilan, persamaan kesempatan, dan inovasi.
 
"Prinsip keadilan yang dimaksud adanya pengalihan subsidi dan kompensasi BBM ke sektor lain yang lebih produktif dan berpihak ke rakyat paling membutuhkan, terutama sektor kesehatan dan pendidikan," kata Ketua Umum AAKI, Totok Hari Wibowo.

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

KPK Panggil Bos Rokok HS di Kasus Suap Cukai

Kamis, 02 April 2026 | 10:39

UPDATE

SBY Desak PBB Investigasi Gugurnya Prajurit TNI di Lebanon

Minggu, 05 April 2026 | 12:15

Bansos Kunci Redam Gejolak Jika BBM Naik

Minggu, 05 April 2026 | 11:34

Episode Ijazah Jokowi Tak Kunjung Usai

Minggu, 05 April 2026 | 11:20

Indonesia Jangan Diam Atas Kebijakan Kejam Israel

Minggu, 05 April 2026 | 11:08

KPK Buka Peluang Panggil Forkopimda di Skandal THR Cilacap

Minggu, 05 April 2026 | 10:31

Drone Iran Hantam Kompleks Pemerintahan dan Energi Kuwait

Minggu, 05 April 2026 | 10:20

Krisis Global Momentum Perkuat Kemandirian Pangan Nasional

Minggu, 05 April 2026 | 10:14

UU Hukuman Mati Israel untuk Tahanan Palestina Mengarah ke Genosida

Minggu, 05 April 2026 | 09:43

Trump Ancam Iran Buka Selat Hormuz dalam 48 Jam atau Hadapi Konsekuensi

Minggu, 05 April 2026 | 09:33

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Selengkapnya