Berita

Managing Director Political Economy and Policy Studies (PEPS), Anthony Budiawan/Net

Politik

Anthony Budiawan: Kenapa Pemerintah Tidak Membagi “Durian Runtuh” Batubara ke Rakyat?

MINGGU, 04 SEPTEMBER 2022 | 20:57 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Pemerintah seperti sedang berbisnis dengan rakyat saat menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi pada Sabtu lalu (3/9). Pasalnya uang puluhan triliun akan didapat dari kenaikan harga tersebut.

Managing Director Political Economy and Policy Studies (PEPS), Anthony Budiawan mengurai bahwa kenaikan harga BBM jenis Pertalite dari Rp 7.650 ke Rp 10.000 per liter memiliki selisih Rp 2.350 per liter.

Artinya, angka tersebut jika dikalikan dengan sisa konsumsi tahun ini yang diprediksi mencapai 10 juta kiloliter maka akan didapat angka Rp 23,5 triliun.


“Harga solar naik Rp 1.650 per liter x sisa konsumsi 5 juta KL = Rp 8,25 triliun. Inikah nilai menyakiti hati masyarakat, nilai keadilan: hanya Rp31,75 triliun?” tanyanya kepada redaksi, Minggu (4/9).

Di satu sisi, Anthony menjelaskan bahwa pendapatan negara per Juli 2022 telah diklaim naik Rp 519 triliun (50,3 persen). Kenaikan dipicu harga komoditas yang notabene milik negara meroket.

“Bukannya membagi rejeki ‘durian runtuh’ ini kepada masyarakat, sebagai kompensasi kenaikan harga pangan, yang ada malah menaikkan harga BBM: Sehat?” sambungnya.

Padahal, “durian runtuh” di sektor batubara juga terbilang besar. Di mana ekspor tahun 2021 naik 12 miliar dolar AS, dari 14,5 miliar dolar AS di tahun 2020 menjadi 26,5 miliar dolar AS.

Anthony pun bertanya-tanya, kenapa uang sebesar Rp 31,75 triliun atau 2 miliar dolar AS harus diambil dari uang rakyat dengan mencabut subsidi. Padahal uang tersebut bisa ditambal dari keuntungan batubara.

“Kenapa harus dari rakyat kecil? Bukankah batubara milik rakyat juga?” tutupnya.

Populer

Rumah Bersejarah di Menteng Berubah Wujud

Sabtu, 07 Maret 2026 | 22:49

Pengacara Terkenal yang Menyita Perhatian Publik

Minggu, 08 Maret 2026 | 11:44

KPK Dikabarkan Gelar OTT di Cilacap Jawa Tengah

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:54

Anggaran Pendidikan Diperebutkan, Sistemnya Tak Pernah Dibereskan

Sabtu, 14 Maret 2026 | 07:48

Siapa Berbohong, Fadia Arafiq atau Ahmad Luthfi?

Sabtu, 07 Maret 2026 | 06:42

Bangsa Tak Akan Maju Tanpa Makzulkan Gibran dan Adili Jokowi

Senin, 09 Maret 2026 | 00:13

Prabowo Berpeluang Digeruduk Demo Besar Usai Lebaran

Rabu, 11 Maret 2026 | 06:46

UPDATE

DPR: Penjualan Air Keras Tak Bisa Dilarang Total

Senin, 16 Maret 2026 | 12:16

DPP Arun Dukung Penutupan SPPG Nakal Sunat Anggaran

Senin, 16 Maret 2026 | 12:12

Jumlah Pemudik di Terminal Kalideres Menurun Dibanding Tahun Lalu

Senin, 16 Maret 2026 | 12:10

Perang di Ruang Server

Senin, 16 Maret 2026 | 12:04

Komisi III DPR Keluarkan Rekomendasi Perlindungan untuk Aktivis Andrie Yunus

Senin, 16 Maret 2026 | 12:03

Pos Kesehatan Disiapkan di Titik Keberangkatan Pemudik

Senin, 16 Maret 2026 | 12:02

DPR Siap Panggil Polisi Jika Penyelidikan Kasus Andrie Yunus Mandek

Senin, 16 Maret 2026 | 11:54

Emas Antam Turun Jelang Lebaran

Senin, 16 Maret 2026 | 11:40

Guterres Akui DK PBB Tak Mampu Hentikan Konflik Global

Senin, 16 Maret 2026 | 11:25

KPK Sita Rp1 Miliar Saat Geledah Rumah Kadis PUPR dalam Kasus Suap Bupati Rejang Lebong

Senin, 16 Maret 2026 | 11:16

Selengkapnya