Berita

Partai Komunis China/Net

Dunia

Dekati Berbagai Lembaga Think Tank, China Ingin Ubah Opini Publik Masyarakat Indonesia

MINGGU, 04 SEPTEMBER 2022 | 13:56 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

China telah memperluas pengaruhnya di Indonesia dengan diplomasi think tank, yaitu menjalin berbagai kerjasama dengan lembaga penelitian di tanah air.

Begitu pendapat dari seorang dosen dari Universitas Islam Indonesia (UII), Muhammad Zulfikar Rahmat lewat tulisannya yang diunggah di The Diplomat dan dikutip ANI News pada Minggu (4/9).

Rahmat mengatakan, diplomasi think tank sangat penting bagi Beijing dalam menjalankan kebijakan luar negeri politik dan ekonominya di negara-negara ASEAN. Terlebih saat ini hubungan China dan Indonesia mengenai Laut China Selatan masih terus meregang sehingga menyebabkan perspektif negatif terus berkembang.


Pada 2013, China mendirikan kemitraan dengan think tank Indonesia melalui Network of ASEAN-China Think Tanks (NACT) yang termasuk sebagai anggota 10 think tank Asia Tenggara. NACT digunakan China sebagai kendaraannya dalam mengubah perspektif-perspektif negatif negara lain tentang negaranya.

NACT kerap kali mengundang perwakilan dari think tank dan cendekiawan lainnya untuk menghadiri pertemuan di China, di mana para pejabat China mendorong narasi resmi pemerintah tentang isu-isu seperti hubungan ASEAN-China, pembangunan global, dan perselisihan di Laut China Selatan.

Selain itu, mereka juga sering menyelenggarakan pertemuan dan seminar rutin dengan anggotanya di negara-negara ASEAN untuk membahas kemajuan proyek-proyek yang didanai China dan untuk mengidentifikasi potensi peluang kolaborasi selanjutnya.

ASEAN Studies Center di Universitas Gajah Mada Yogyakarta yang merupakan lembaga koordinator pelibatan think tank di Indonesia juga dilaporkan telah menerima dana dari pemerintah China untuk mengembangkan kapasitasnya dan untuk mendanai stafnya dalam kursus singkat dan lokakarya di China.

Think tank Indonesia lainnya yang sering berpartisipasi dalam kegiatan dengan China adalah The Habibie Center, Center for Chinese Studies, dan Center for Strategic and International Studies (CSIS).

CSIS telah berpartisipasi dalam melakukan penelitian untuk Keduaan Besar China di Indonesia dan menerima dana dari institut China untuk  melakukan penelitian tentang perikanan dan perdamaian di Laut China Selatan. Sementara Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI)melakukan berbagai acara tentang China.

Menurut Rahmat, lembaga think tank digunakan China sebagai platform penting untuk dapat mengubah opini publik di Indonesia dengan menyebarkan narasinya sendiri. China berharap dapat melengkapi pendidikan, media, dan diplomasi "Islam" di Indonesia.

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

Jokowi Intervensi Prabowo soal Kabinet Jelang Pelantikan Presiden

Jumat, 03 Juli 2026 | 06:13

Sehina-hinanya, Serendah-rendahnya

Jumat, 03 Juli 2026 | 05:48

Rezim Baru dan Kelahiran Organisasi Pemuda Paramiliter

Jumat, 03 Juli 2026 | 05:41

Satu Polisi Tewas Dibacok saat Gerebek Bandar Sabu di Katingan

Jumat, 03 Juli 2026 | 05:18

Jokowi Kecewa Berat Roy Suryo-Dokter Tifa Tak Ditahan

Jumat, 03 Juli 2026 | 05:15

Jokowi Tidak Rela Kehilangan Kekuasaan

Jumat, 03 Juli 2026 | 04:26

Spanyol Lolos ke 16 Besar setelah Gasak Austria 3-0

Jumat, 03 Juli 2026 | 04:12

Raja Juli Antoni Dituntut Terbuka soal Kasus Bupati Kuansing

Jumat, 03 Juli 2026 | 04:03

Flyover Latumenten Bisa Kurangi Kemacetan 40 Persen

Jumat, 03 Juli 2026 | 03:30

Sangat Aneh Kejaksaan Belum Periksa Jokowi

Jumat, 03 Juli 2026 | 03:17

Selengkapnya