Berita

Duta besar Pakistan untuk Indonesia, Muhammad Hasan/Net

Dunia

Dubes Pakistan di Indonesia Imbau Dukungan Bantuan untuk Jutaan Korban Banjir

SABTU, 03 SEPTEMBER 2022 | 14:04 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

  Situasi banjir Pakistan yang berlangsung berbulan-bulan, semakin memburuk dan telah berdampak pada 33 juta orang dan 116 distrik, khusunya di Provinsi Sindh dan Balochistan.    

Menurut otoritas lembaga penanggulangan bencana Pakistan (NDMA), tercatat lebih dari 1000 nyawa hilang bersamaan dengan rusaknya 500 ribu pemukiman, hancurnya ekonomi serta pasokan makan akibat tanaman dan ternak yang ikut terseret arus banjir.  

Oleh sebab itu, Duta Besar Pakistan untuk Indonesia Muhammad Hasan pada Jum'at (2/9) turut menyerukan bantuan kepada orang-orang di Indonesia yang memiliki kepedulian terhadap nasib warga Islamabad yang tergenang banjir.


"Saya mengimbau Anda, orang Pakistan, warga negara Indonesia asal Pakistan, dan teman-teman Pakistan, untuk bergandengan tangan dengan pemerintah  Pakistan dalam membantu mereka yang membutuhkan," ungkap dubes dalam keterangan persnya.

Dubes Hasan menjelaskan pihaknya juga telah membentuk Unit Koordinasi Bantuan Banjir (FRCU) di Kedutaan untuk membantu kontributor individu dan organisasi masyarakat sipil yang ingin ikut membantu.

"Bagi yang berkenan membantu, dapat langsung menyalurkannya ke Dana Bantuan Perdana Menteri 2022 dengan mentransfer dana ke nomor rekening G 12164 di bank Pakistan mana pun," jelasnya.

Untuk Informasi lebih lanjut,  tambah Dubes,  dapat menghubungi kontak FRCU  yang aktif selama 24 jam setiap hari,  atas nama tuan Sibtain Afzaal, nomor telpon 0628118245005 atau melalui Email  : hocparepjakarta@gmail.com.

Pemerintah Pakistan telah mengumumkan banjir bandang akibat hujan deras itu sebagai darurat nasional dan segera meminta PBB untuk membantunya mengumpulkan dana internasional.

Sementara itu, pemerintah federal dan provinsi, NDMA, administrasi sipil, dan angkatan bersenjata sedang melakukan respon kemanusiaan terkoordinasi di daerah yang paling terkena dampak.

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

Kubu Jokowi Bergerak Senyap untuk Jatuhkan Prabowo

Rabu, 25 Maret 2026 | 06:15

UPDATE

TNI Gandeng Bulog Hadirkan Program Pangan Murah di Puncak Jaya

Kamis, 02 April 2026 | 03:59

Jadwal KA Ciremai Dipastikan Kembali Normal

Kamis, 02 April 2026 | 03:46

KUR dan Salah Arah Subsidi Negara

Kamis, 02 April 2026 | 03:20

Gugatan Forum Purnawirawan TNI Bertujuan agar Kasus Ijazah Jokowi Rampung

Kamis, 02 April 2026 | 02:55

Umrah Prajurit dan ASN TNI

Kamis, 02 April 2026 | 02:39

Ledakan SPBE Cimuning Turut Porak-Porandakan Pemukiman Warga

Kamis, 02 April 2026 | 02:16

JK: Kalau BBM Murah, Orang akan Pakai Seenaknya

Kamis, 02 April 2026 | 01:59

AS Beri Sinyal Belum Ingin Akhiri Perang dengan Iran

Kamis, 02 April 2026 | 01:37

Wamen Fajar: Model Soal TKA Cocok buat Kebutuhan Masa Depan

Kamis, 02 April 2026 | 01:12

Danantara Didorong Percepat Proyek Hilirisasi dan Waste to Energy

Kamis, 02 April 2026 | 00:54

Selengkapnya