Berita

Pengamat politik dari Universitas Al-Azhar Indonesia, Ujang Komarudin/Net

Politik

Kalah Jauh dari Prabowo dan Ganjar, Sandiaga Bisa Babak Belur kalau Nekat Nyapres

SABTU, 03 SEPTEMBER 2022 | 09:14 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Peluang kemenangan Sandiaga Uno jika maju sebagai Capres 2024 masih sangat kecil. Bahkan jika nekat maju, Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra ini bisa "babak belur".

Pengamat politik dari Universitas Al-Azhar Indonesia, Ujang Komarudin memaparkan banyak faktor yang menyebabkan Menparekraf itu bakal kalah jika maju sebagai capres.

Pertama, dari sisi kepartaian dia tidak diusung oleh Partai Gerindra. Kedua, elektabilitasnya juga masih rendah dan jauh dibandingkan dengan 3 besar figur yang moncer seperti Anies Baswedan, Prabowo Subianto, dan Ganjar Prabowo.


“Sandiaga Uno masih di bawah mereka, jauh. Kalau dia maju lagi agak berat ya. Apalagi kalau memaksakan diri, bisa babak belur,” kata Ujang Komarudin kepada Kantor Berita Politik RMOL, Sabtu (3/9).

Namun begitu, cerita lain bisa terjadi jika Sandiaga maju sebagai cawapres di 2024. Sebab, meskipun tidak diusung Partai Gerindra, Sandiaga bisa loncat ke salah satu capres dari partai lain.

Tetapi di sisi lain, dalam konteks kader partai, Sandiaga Uno mestinya taat serta patuh pada garis dan keputusan partai. Sebab, dalam Rapimnas Partai Gerindra mengukuhkan Prabowo Subianto sebagai capres 2024.

“Berorganisasi kan menjaga marwah partai, menjaga siapa pun yang dicapreskan oleh partai itu, harus tunduk dan patuh. Kalau tidak ya harus angkat kaki, mundur dan cari perahu lain untuk pencapresannya,” ujar Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) ini. 

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Andre Rosiade Sambangi Bareskrim Polri Usai Nenek Penolak Tambang Ilegal Dipukuli

Senin, 12 Januari 2026 | 14:15

Cuaca Ekstrem Masih Akan Melanda Jakarta

Senin, 12 Januari 2026 | 14:10

Bitcoin Melambung, Tembus 92.000 Dolar AS

Senin, 12 Januari 2026 | 14:08

Sertifikat Tanah Gratis bagi Korban Bencana Bukti Kehadiran Negara

Senin, 12 Januari 2026 | 14:03

KPK Panggil 10 Saksi Kasus OTT Bupati Lampung Tengah Ardito Wijaya

Senin, 12 Januari 2026 | 14:03

Prabowo Terharu dan Bangga Resmikan 166 Sekolah Rakyat di Banjarbaru

Senin, 12 Januari 2026 | 13:52

Kasus Kuota Haji, Komisi VIII Minta KPK Transparan dan Profesional

Senin, 12 Januari 2026 | 13:40

KPK Periksa Pengurus PWNU DKI Jakarta Terkait Dugaan Korupsi Kuota Haji

Senin, 12 Januari 2026 | 13:12

Prabowo Tinjau Sekolah Rakyat Banjarbaru, Ada Fasilitas Smartboard hingga Laptop Persiswa

Senin, 12 Januari 2026 | 13:10

Air Naik hingga Sepinggang, Warga Aspol Pondok Karya Dievakuasi Polisi

Senin, 12 Januari 2026 | 13:04

Selengkapnya