Berita

Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Nasdem, Rico Sia/Net

Politik

Rico Sia: Sudah Tepat Pemerintah Alihkan Subsidi BBM ke BLT

SABTU, 03 SEPTEMBER 2022 | 01:43 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Pemerintah mengalihkan subsidi BBM dengan memberikan bantuan langsung tunai (BLT). Hal ini menuai pro dan kontra di kalangan masyarakat. Pihak yang kontra mengatakan bahwa laju inflasi tidak akan bisa terkendali jika BBM harus naik.

Jumlah uang BLT yang akan didapatkan masyarakat sebesar Rp 150.000 per bulan dan diberikan selama 4 bulan. Sehingga secara total setiap penerima akan mendapat Rp 600.000. Dana tersebut akan diterima dua kali yakni masing-masing sebesar Rp 300.000.

Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Nasdem, Rico Sia menilai, kebijakan pemerintah yang memberikan Bantuan Langsung Tunai (BLT) sebesar Rp 600.000 sudah tepat. BLT yang diberikan kepada masyarakat tersebut merupakan pengalihan dari subsidi BBM.


"Kebijakan yang diambil oleh pemerintah dengan mengalihkan anggaran subsidi BBM ke BLT sudah tepat," kata Rico, Jumat (2/9).

BLT merupakan salah satu dari tiga bentuk bantuan sosial (Bansos) yang digulirkan pemerintah sebagai pengalihan subsidi BBM.

Selain BLT yang diberikan kepada 20,65 juta masyarakat kelompok penerima manfaat (KPM) yang totalnya berjumlah Rp 12,4 triliun. Bansos juga diberikan kepada penerima upah maksimal Rp 3,5 juta dengan total senilai Rp 9,6 triliun.

Selain itu, Bansos untuk pemerintah daerah senilai Rp 2,17 triliun. Total Bansos yang digulirkan sebesar Rp 24,17 triliun.

Rico menegaskan, keputusan pemerintah itu semata-mata demi menjaga negara dan membela masyarakat miskin untuk mendapatkan haknya. Sehingga, sangat wajar jika pemerintah mengambil kebijakan mengalihkan subsidi BBM tersebut berupa BLT. Rakyat membutuhkan dana untuk membiayai kebutuhan pokoknya.

"Pada prinsipnya negara berkewajiban menjaga agar inflasi tidak melambung tinggi dan daya beli masyarakat tetap kuat," imbuh Rico.

Legislator Nasdem dari Dapil Papua Barat itu mengatakan, pengalihan subsidi BBM sudah tepat karena selama ini subsidi tersebut tidak tepat sasaran.

"Mengapa saya anggap tepat? Kita bisa lihat di hampir semua SPBU, banyak mobil mewah yang mengisi BBM bersubsidi sehingga dapat dikatakan bahwa selama ini subsidi tidak tepat sasaran," jelasnya.

Belum lagi, imbuh Rico, adanya praktik yang tidak terlihat seperti penimbunan BBM yang dilakukan oknum-oknum spekulan dengan mengambil kesempatan dari selisih harga Pertamina yang berada jauh di bawah kompetitornya.

"Makanya sudah sering saya sampaikan, aparat penegak hukum sangat diharapkan bisa berperan aktif mengawal BBM bersubsidi ini, sehingga spekulan tidak gampang mengambil keuntungan dari selisih harga Pertamina yang jauh di bawah kompetitornya,” demikian Rico.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Pergantian Kapolri untuk Antisipasi Putusan MK soal Gibran

Kamis, 01 Oktober 2026 | 18:19

UPDATE

Realisasi Penerimaan Pajak Tembus Rp1.607 Triliun, Naik 24,1 Persen

Jumat, 09 Oktober 2026 | 14:26

Isu Parliamentary Threshold 1 Persen Mengemuka untuk Keadilan Demokrasi

Jumat, 09 Oktober 2026 | 14:23

Pertamina Kerek Kualitas Pengelola Homestay Lokal Naik Kelas

Jumat, 09 Oktober 2026 | 14:12

TNI Harus Terbuka Ungkap Tuntas Judi Online di Rumah Dinas

Jumat, 09 Oktober 2026 | 14:09

Jelang Akhir Pekan Harga Minyak Dunia Bertahan di 103 Dolar AS

Jumat, 09 Oktober 2026 | 13:59

Putin Janji Bantu Iran Akhiri Perang di Timur Tengah

Jumat, 09 Oktober 2026 | 13:57

DPR Kebanjiran Aspirasi Masyarakat Soal Putusan MK tentang Gibran

Jumat, 09 Oktober 2026 | 13:50

Tanpa Restu Gerindra, DPR Diyakini Tidak akan Berani Makzulkan Gibran

Jumat, 09 Oktober 2026 | 13:47

Usut Tuntas Aktor di Balik Praktik Judi Online di Rumah Dinas TNI

Jumat, 09 Oktober 2026 | 13:37

Loncat dari Lantai Dua, Wanita Ini Selamatkan Anak saat Kebakaran di Rawamangun

Jumat, 09 Oktober 2026 | 13:36

Selengkapnya