Berita

Massa GMNI aksi di depan gedung KPK/RMOL

Politik

Tolak Kenaikan Harga BBM, GMNI Desak KPK Periksa BPH Migas

KAMIS, 01 SEPTEMBER 2022 | 14:54 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Puluhan massa dari Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jalan Kuningan Persada Kav 4, Setiabudi, Jakarta Selatan, Kamis sore (1/9). Mereka menolak kenaikan harga BBM hingga meminta KPK untuk memeriksa Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas).

Pantauan Kantor Berita Politik RMOL, sekitar 50-an orang yang membawa atribut GMNI ini tiba di Gedung Merah Putih KPK pada pukul 14.25 WIB. Saat tiba, mereka langsung menyampaikan orasinya.

Selang sepuluh menit kemudian, mereka ditemui oleh perwakilan KPK dan menyerahkan kajian GMNI menyikapi rencana kenaikan harga BBM. Setelah itu, pada pukul 14.42, mereka langsung membubarkan diri dan menuju Istana Negara untuk melanjutkan aksi unjuk rasanya di sana.


Dalam orasinya, Ketua Umum (Ketum) GMNI, Arjuna Putra Aldino mengatakan bahwa terkait rencana kenaikan harga BBM, GMNI menyoroti adanya perburuan rente BBM bersubsidi.

Di mana menurutnya, kebijakan subsidi BBM secara ontologis sudah serampangan. Karena terkait konsumsi BBM, pemerintah seringkali melakukan proyeksi menggunakan data konsumsi rata-rata masyarakat secara umum untuk menjadi basis data pengambilan besaran anggaran subsidi. Seharusnya, jika ingin berbasis konsumsi BBM, yang harus diitung adalah konsumsi riil masyarakat miskin yang berhak menerima subsidi.

"GMNI juga menyoroti peran BPH Migas yang bertugas melakukan pengaturan dan pengawasan terhadap pelaksanaan penyediaan dan pendistribusian BBM," ujar Arjuna seperti dikutip Kantor Berita Politik RMOL, Kamis sore (1/9).

GMNI kata Arjuna, melihat ada celah informasi yang perlu dikritisi agar dibuka kepada publik, yaitu terkait data konsumsi harian dari konsumen BBM nasional, yakni rincian dari alokasi subsidi dan kompensasi APBN berdasarkan Perpres 98/2022.

"Pemerintah harus segera mengevaluasi kebijakan subsidi ini, karena sudah jelas peruntukannya tidak sesuai dengan target yang disasar, yakni masyarakat kurang mampu. Bagaimana cara mengevaluasi itu, salah satunya dengan melengkapi data jumlah keluarga kurang mampu yang mengkonsumsi BBM Pertalite," jelas Arjuna.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal (Sekjen) GMNI M. Ageng Dendy Setiawan dalam orasinya menyampaikan lima tuntutan menolak kenaikan harga BBM.

Yang pertama, GMNI kata Ageng, menuntut pemerintah berdaulat dalam mengambil sikap untuk membeli BBM dari negara produsen minyak termurah demi meringankan beban APBN.

"Mendesak Presiden RI untuk tidak menaikkan harga BBM karena sangat menindas rakyat," tegas Ageng.

Selanjutnya, GMNI mendesak Presiden Joko Widodo untuk mengevaluasi BPH Migas karena dianggap tidak mampu menjalankan fungsi pengaturan dan pengawasan terhadap penyediaan dan pendistribusian BBM yang membuat pemerintah ingin menaikkan harga BBM.

"Mendesak KPK untuk memeriksa BPH Migas, terkait adanya dugaan penyelewengan distribusi BBM bersubsidi yang tidak tepat sasaran," pungkas Ageng.

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

UPDATE

KPU akan Berulang Tahun ke-73 di November Tahun Ini

Minggu, 14 Juni 2026 | 12:22

Nasib Atlet Setelah Lampu Stadion Padam

Minggu, 14 Juni 2026 | 11:33

Trump: Perjanjian Damai dengan Iran akan Diteken Hari Ini

Minggu, 14 Juni 2026 | 11:33

Pemuda 24 Tahun Jadi Tersangka Usai Bawa Botol Diduga Bom Molotov ke Aksi DPR

Minggu, 14 Juni 2026 | 11:25

Ekonom Ungkap Akar Munculnya Narasi "Sell Indonesia"

Minggu, 14 Juni 2026 | 10:41

KPK Bongkar Korupsi "Sempurna" di Muara Enim

Minggu, 14 Juni 2026 | 10:39

Panggung Atraksi Wushu di Sekolah Rakyat Manado Pukau Mensos

Minggu, 14 Juni 2026 | 10:01

Daya Beli Masyarakat Terancam Jika BBM Subsidi Ikut Naik

Minggu, 14 Juni 2026 | 09:51

KPK Amankan Dokumen saat Geledah Kantor Hingga Rumah Dinas Bupati Muara Enim

Minggu, 14 Juni 2026 | 09:44

Menhan Jepang Persembahkan Model Kapal Perang "Makasa" ke Prabowo di Kertanegara

Minggu, 14 Juni 2026 | 09:31

Selengkapnya