Berita

Aksi protes terhadap dukungan China atas kudeta militer di Myanmar/Net

Dunia

Mayoritas Orang Myanmar Percaya China Dukung Kudeta Militer Februari 2021

KAMIS, 01 SEPTEMBER 2022 | 13:24 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Tingkat kepercayaan masyarakat Myanmar terhadap China berada di level yang rendah, khususnya ketika negara tersebut dikuasai oleh junta usai kudeta militer pada Februari tahun lalu.

Sebuah survei dilakukan oleh Institute for Strategy and Policy (ISP) yang berbasis di Myanmar untuk mengukur persepsi komunitas Myanmar mengenai hubungan dengan China.

Survei tersebut dilakukan pada Juli 2022 dengan memberikan 70 pertanyaan pada responden. Responden termasuk anggota parlemen dari 47 partai politik dari Kachin, Shan (Utara), Wilayah Mandalay, Wilayah Magway, dan Negara Bagian Rakhine, di mana proyek Koridor Ekonomi China (CMEC) sedang dilaksanakan. Para peserta survei juga termasuk komunitas bisnis dan tokoh terkenal dari berbagai bidang.


Dimuat The Singapore Post, fokus survei terhadap hubungan Myanmar-China menjadi penting karena dua alasan.

Pertama untuk mengukur apakah orang Myanmar yang memiliki kepedulian terhadap kebijakan percaya bahwa China akan berperan penting dalam pemulihan perdamaian dan demokrasi di negara itu. Kedua, untuk mengukur persepsi mereka tentang utilitas dan efektivitas model terkait proyek pembangunan China, seperti CMEC.

Hasilnya, sebanyak 55 persen responden mengaku tidak melihat China sebagai tetangga yang baik, sementara 40 persen responden meyakini China bukan tetangga yang baik.

Mayoritas masyarakat Myanmar juga meragukan kemampuan China untuk mempercepat proses perdamaian di Burma.

Hanya 14 persen responden yang percaya China mampu mempercepat proses perdamaian, sementara 67 persen lainnya menyebut Beijing hanya melakukan campur tangan terhadap proses politik Myanmar.

Bahkan 79 persen responden merasa China mendukung kediktatoran Myanmar.

Di dalam survei tersebut, responden mengaku curiga bahwa China memberikan dukungan pada junta Myanmar selama kudeta pada Februari 2021.

Hasil survei juga didukung dengan diamnya China atas kudeta militer yang dilakukan junta di Myanmar. Beijing juga tak bergeming ketika junta mengeksekusi empat tahanan, termasuk aktivis pro-demokrasi.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

Tourism Malaysia Gencarkan Promosi Wisata di Tiga Kota Indonesia

Selasa, 28 April 2026 | 10:20

DPR Desak Evaluasi Nasional Perlintasan Sebidang Usai Tabrakan Kereta di Bekasi

Selasa, 28 April 2026 | 10:13

Bus Shalawat Gratis 24 Jam Disiapkan untuk Jemaah Haji di Makkah

Selasa, 28 April 2026 | 10:09

Update Korban Jiwa Tabrakan KA di Bekasi Bertambah Jadi 14 Orang

Selasa, 28 April 2026 | 10:00

Prabowo Minta Segera Investigasi Kasus Tabrakan Kereta Bekasi

Selasa, 28 April 2026 | 09:56

Lokomotif Argo Bromo Berhasil Dipindahkan, Tim SAR Fokus Evakuasi Korban

Selasa, 28 April 2026 | 09:53

Purbaya Pede IHSG Bisa Terbang 28.000, Pasar Langsung Terkoreksi

Selasa, 28 April 2026 | 09:51

Dinamika Global Tekan Indeks DXY ke Level 98,45 Jelang Keputusan Federal Reserve

Selasa, 28 April 2026 | 09:48

Kopdes Jadi Instrumen Capai Nol Kemiskinan Ekstrem

Selasa, 28 April 2026 | 09:39

Imbas Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Belasan Perjalanan KA Jarak Jauh dari Jakarta Resmi Dibatalkan

Selasa, 28 April 2026 | 09:27

Selengkapnya