Berita

Ketua DPP PDI Perjuangan Puan Maharani/Net

Politik

Puan Maharani Harus Percaya Diri, Tidak Perlu Gabung KIB atau KIR

KAMIS, 01 SEPTEMBER 2022 | 08:26 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Kekuatan PDI Perjuangan bisa dianggap sedang lemah dan tidak percaya diri dalam memenangkan pertarungan Pilpres 2024 mendatang. Mengingat, Puan Maharani yang digadang-gadang akan menjadi calon presiden (capres) dari PDIP akan melakukan kunjungan ke petinggi koalisi.

Hal itu disampaikan oleh Direktur Gerakan Perubahan, Muslim Arbi menanggapi rencana Puan yang akan menemui dua Ketua Umum (Ketum) partai politik (parpol) yang menjadi pongkol di dua koalisi, yakni ketemu dengan Ketum Partai Golkar, Airlangga Hartarto dari Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) dan Ketum Partai Gerindra Prabowo Subianto dari Koalisi Indonesia Raya (KIR).

"Puan dari  PDIP tidak perlu gabung ke KIB dan KIR. Puan harus percaya diri untuk tampil sebagai capres PDIP. Tidak perlu sambangi KIB dan KIR," ujar Muslim kepada Kantor Berita Politik RMOL, Kamis (1/9).


Karena kata Muslim, jika Puan mendatangi KIB yang terdiri dari Partai Golkar, PPP dan PAN serta KIR yang terdiri dari Partai Gerindra dan PKB, Puan akan dianggap tidak percaya diri dapat memenangkan Pilpres 2024 nanti.

"Puan harus tampil PD (percaya diri). Bila tetap mendatangi KIB dan KIR. Dari logika kekuatan partai dianggap lemah dan tidak percaya diri sehingga mendekati kekuatan koalisi (KIB dan KIR)," pungkas Muslim.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

UPDATE

Konsep Pasar Modern Tak Harus Identik Bangunan Mewah

Selasa, 07 April 2026 | 04:15

Jangan cuma Israel, Preman Kampung di Purwakarta Juga Wajib Dikutuk

Selasa, 07 April 2026 | 04:04

Tukang Ojek Ditembak Penumpang, Motor Dibawa Kabur

Selasa, 07 April 2026 | 03:38

Subsidi BBM Bocor Rp7 Triliun Gegara Kemacetan Jakarta

Selasa, 07 April 2026 | 03:15

KA Bangunkarta Anjlok di Bumiayu, Penumpang Dievakuasi 10 Bus

Selasa, 07 April 2026 | 03:00

Fahira Sodorkan Lima Strategi Pasar Tradisional Jadi Fondasi Jakarta Kota Global

Selasa, 07 April 2026 | 02:25

Waspada Politik Gunting dalam Lipatan di Lingkaran Istana

Selasa, 07 April 2026 | 02:11

Muslim Iran, Berjuanglah untuk Islam

Selasa, 07 April 2026 | 02:07

Viral Mobil Dinas di Kawasan Puncak, Pemprov DKI Minta Maaf

Selasa, 07 April 2026 | 01:36

Seruan Pemakzulan Prabowo Muncul dari Ketakutan Operasi Besar Berantas Korupsi

Selasa, 07 April 2026 | 01:12

Selengkapnya