Berita

Profesor Ameritus of Development Studies Universitas Kyoto Jepang, Kosuke Mizune

Dunia

Pakar Jepang: Politik Bebas Aktif Indonesia Semakin Dihargai Jika Tegas Terhadap HAM

KAMIS, 01 SEPTEMBER 2022 | 08:14 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Meski sering berbeda kebijakan dengan Jepang, politik luar negeri Indonesia dipandang luar biasa oleh negara lain.

"Indonesia bersahabat dengan Jepang.  Namun terdapat beberapa hal yang cukup berbeda, terutama saat menghadapi China. Jepang sangat anti China, sementara Indonesia tidak mengikuti," ungkap Profesor ameritus of Development studies Universitas Kyoto Jepang, Kosuke Mizune, dalam seminar Indonesia Strategic and Defense Studies (ISDS) pada Rabu (31/8).

Kosuke mengatakan Indonesia telah sangat diprioritaskan oleh Jepang, terlebih ketika PM Kishida mengunjungi Indonesia dan mengajak negara itu beraliansi menentang China.


"Namun, Indonesia tetap teguh pada politik bebas aktifnya. Negara ini juga tidak ingin mengikuti barat untuk menjatuhkan sanksi kepada Rusia, padahal 46 negara telah satu suara,"  ujar Kosuke.

Profesor Kyoto itu menyoroti beberapa pandangan umum di kalangan masyarakat Jepang yang melihat politik bebas aktif Indonesia sebagai kebijakan yang berorientasi pada kepentingan ekonomi.  

"Bisa jadi Indonesia tidak mengutuk China, atau tidak memberikan sanksi kepada Rusia karena mereka butuh impor minyak murah dan terigu murah dari kedua produsen terbesar tersebut," jelasnya.

Terlepas dari berbagai perbedaan yang ada, Kosuke mengapresiasi kebijakan luar negeri bebas aktif Indonesia yang berfokus pada perdamaian dan keamanan, khususnya saat Jokowi menemui dua kepala negara yang berperang di Ukraina dan Rusia.  

"Kunjungan presiden RI kepada Putin dan Zelenskyy sangatlah diapresiasi, ini juga menunjukan sikap politik Indonesia yang tidak berpihak dan pro kedamaian," kata Kosuke.  

Terakhir, ia menegaskan bahwa kebijakan politik Indonesia telah banyak dihargai dan jika indonesia dapat lebih memperkuat demokrasi dan ketegasanya terhadap HAM,  maka diplomasi Indonesia di luar negeri akan semakin mendapat banyak apresiasi dan lebih dihargai lagi.

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

Kubu Jokowi Bergerak Senyap untuk Jatuhkan Prabowo

Rabu, 25 Maret 2026 | 06:15

UPDATE

TNI Gandeng Bulog Hadirkan Program Pangan Murah di Puncak Jaya

Kamis, 02 April 2026 | 03:59

Jadwal KA Ciremai Dipastikan Kembali Normal

Kamis, 02 April 2026 | 03:46

KUR dan Salah Arah Subsidi Negara

Kamis, 02 April 2026 | 03:20

Gugatan Forum Purnawirawan TNI Bertujuan agar Kasus Ijazah Jokowi Rampung

Kamis, 02 April 2026 | 02:55

Umrah Prajurit dan ASN TNI

Kamis, 02 April 2026 | 02:39

Ledakan SPBE Cimuning Turut Porak-Porandakan Pemukiman Warga

Kamis, 02 April 2026 | 02:16

JK: Kalau BBM Murah, Orang akan Pakai Seenaknya

Kamis, 02 April 2026 | 01:59

AS Beri Sinyal Belum Ingin Akhiri Perang dengan Iran

Kamis, 02 April 2026 | 01:37

Wamen Fajar: Model Soal TKA Cocok buat Kebutuhan Masa Depan

Kamis, 02 April 2026 | 01:12

Danantara Didorong Percepat Proyek Hilirisasi dan Waste to Energy

Kamis, 02 April 2026 | 00:54

Selengkapnya