Berita

Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR), Ujang Komarudin/Net

Politik

PDIP Bisa Diterima KIB dan Koalisi KIR, Asal Puan Ngalah Jadi Cawapres

RABU, 31 AGUSTUS 2022 | 12:44 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Kecenderungan peta koalisi yang masih dinamis membuka peulang Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) bergabung ke dalam Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) maupun bersama PKB-Gerindra atau koalisi Kebangkitan Indonesi Raya (KIR).

Namun begitu, Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR), Ujang Komarudin melihat partai pimpinan Megawati Soekarnoputri ini enggan menjadi pengikut koalisi yang sudah ada.

“PDIP enggak mau jadi followers, enggak mau gabung dengan KIB dan PKB-Gerindra," kata Ujang kepada Kantor Berita Politik RMOL, Rabu (31/8).


Beda cerita bila koalisi menawarkan PDIP dengan posisi yang lebih bagus, minimal seimbang dengan anggota parpol yang ada.

"Kalau hubungan seimbang dan sejajar, mungkin PDIP mau. Soal lebih realistis mana, tergantung PDIP sendiri, yakni soal lobi-lobi capresnya,” lanjut Ujang.

Sebaliknya, KIB maupun PKB-Gerindra diyakini akan menolak jika harus menempatkan Puan Maharani menjadi capres. Sebab, masing-masing partai di koalisi akan bersikukuh mengusung capres.  

“Tentu KIB enggak mau karena punya capres sendiri. PKB-Gerindra juga punya capres sendiri, kan begitu. Kecuali PDIP-nya mau mengusung Puan sebagai cawapres mungkin KIB atau PKB-Gerindra mau berkoalisi," tutup Ujang.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

UPDATE

Konsep Pasar Modern Tak Harus Identik Bangunan Mewah

Selasa, 07 April 2026 | 04:15

Jangan cuma Israel, Preman Kampung di Purwakarta Juga Wajib Dikutuk

Selasa, 07 April 2026 | 04:04

Tukang Ojek Ditembak Penumpang, Motor Dibawa Kabur

Selasa, 07 April 2026 | 03:38

Subsidi BBM Bocor Rp7 Triliun Gegara Kemacetan Jakarta

Selasa, 07 April 2026 | 03:15

KA Bangunkarta Anjlok di Bumiayu, Penumpang Dievakuasi 10 Bus

Selasa, 07 April 2026 | 03:00

Fahira Sodorkan Lima Strategi Pasar Tradisional Jadi Fondasi Jakarta Kota Global

Selasa, 07 April 2026 | 02:25

Waspada Politik Gunting dalam Lipatan di Lingkaran Istana

Selasa, 07 April 2026 | 02:11

Muslim Iran, Berjuanglah untuk Islam

Selasa, 07 April 2026 | 02:07

Viral Mobil Dinas di Kawasan Puncak, Pemprov DKI Minta Maaf

Selasa, 07 April 2026 | 01:36

Seruan Pemakzulan Prabowo Muncul dari Ketakutan Operasi Besar Berantas Korupsi

Selasa, 07 April 2026 | 01:12

Selengkapnya