Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Basmi Ranjau Rusia di Pantai, Inggris Kirim Ukraina Drone Bawah Air

MINGGU, 28 AGUSTUS 2022 | 07:42 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Inggris telah memberi Ukraina drone pemburu ranjau bawah air untuk membantu negara itu membersihkan garis pantainya dari ranjau Rusia, agar bisa meningkatkan pengiriman biji-bijiannya.

Saat ini, pengiriman gandum dilakukan oleh Ukraina dengan kapal-kapal kecil, khususnya sejak PBB menengahi kesepakatan untuk mengizinkan ekspor pada Juli lalu.

Tetapi upaya tersebut terhambat karena keberadaan ranjau laut yang ditinggalkan oleh pasukan Rusia di sepanjang pantai Ukraina.


“Peralatan dan pelatihan penting ini akan membantu Ukraina membuat perairan mereka aman, membantu memperlancar aliran gandum ke seluruh dunia dan mendukung Angkatan Bersenjata Ukraina saat mereka berupaya mempertahankan garis pantai dan pelabuhan mereka,” ujar Menteri Pertahanan Inggris Ben Wallace, seperti dikutip The National News, Sabtu (27/8).

Kementerian Pertahanan Inggris menyebut, enam drone bawah air akan dikirim ke Ukraina untuk digunakan di perairan lepas pantainya. Setengahnya akan disumbangkan dari saham Inggris, dengan tiga dibeli dari industri.

“Upaya sinis Rusia untuk menahan pasokan makanan dunia, tidak boleh dibiarkan berhasil,” tegas Wallace.

Puluhan personel Ukraina akan diajari cara menggunakannya oleh Angkatan Laut Kerajaan dan Armada ke-6 Angkatan Laut AS. Tahap pertama pelatihan telah dilakukan di Inggris.

“Melalui keterampilan ahli yang diajarkan di sini, sekutu Ukraina kami akan dapat membersihkan perairan ranjau mereka sendiri,” kata Kepala Angkatan Laut Inggris, Laksamana Sir Ben Key.

Drone pemburu ranjau ini dirancang untuk digunakan di lingkungan pantai yang dangkal. Mereka dapat beroperasi pada kedalaman hingga 100 meter untuk mendeteksi, menemukan, dan mengidentifikasi ranjau menggunakan serangkaian sensor sehingga Angkatan Laut Ukraina dapat menghancurkannya.

Populer

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Dokter Tifa Buka Pintu Perawatan Imun untuk Jokowi

Jumat, 16 Januari 2026 | 18:06

Eggi dan Damai SP3, Roy Suryo dan Dokter Tifa Lanjut Terus

Jumat, 16 Januari 2026 | 17:45

Seskab Dikunjungi Bos Kadin, Bahas Program Quick Win hingga Kopdes Merah Putih

Jumat, 16 Januari 2026 | 17:35

Situasi Memanas di Iran, Selandia Baru Evakuasi Diplomat dan Tutup Kedutaan

Jumat, 16 Januari 2026 | 17:20

Melihat Net-zero Dari Kilang Minyak

Jumat, 16 Januari 2026 | 16:53

SP3 Untuk Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis Terbit Atas Nama Keadilan

Jumat, 16 Januari 2026 | 16:48

Kebakaran Hebat Melanda Pemukiman Kumuh Gangnam, 258 Warga Mengungsi

Jumat, 16 Januari 2026 | 16:13

Musda Digelar di 6 Provinsi, Jawa Barat Tuan Rumah Rakornas KNPI

Jumat, 16 Januari 2026 | 16:12

Heri Sudarmanto Gunakan Rekening Kerabat Tampung Rp12 Miliar Uang Pemerasan

Jumat, 16 Januari 2026 | 15:33

Ruang Sunyi, Rundingkan Masa Depan Dunia

Jumat, 16 Januari 2026 | 15:17

Selengkapnya