Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Panggil KUAI Papua Nugini, Kemlu Minta Usut Tuntas Kasus Penembakan Nelayan oleh Militer

KAMIS, 25 AGUSTUS 2022 | 17:35 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Insiden penembakan nelayan asal Indonesia di wilayah Papua Nugini (PNG) memicu tanggapan cepat dari Kementerian Luar Negeri RI, yang langsung memanggil Kuasa Usaha ad Interim (KUAI) Kedubes PNG di Jakarta.

Upaya pemanggilan tersebut bertujuan untuk memita kejelasan dan penyelidikan lebih lanjut terkait tewasnya seorang kapten Kapal Motor Nelayan (KMN) Calvin-02 bernama Sugeng.

Sugeng, yang merupakan warga Merauke, berlayar mencari ikan kakap putih secara ilegal di wilayah perairan PNG pada Senin (22/8). Ia kemudian melarikan diri saat kapal perang PNG yang sedang berpatroli hendak menangkapnya.


Selama proses pengejaran, militer PNG menembaki beberapa bagian kapal KMN Calvin-02. Tembakan juga mengenai Sugeng yang akhirnya tewas di lokasi.

Direktur Perlindungan WNI Kemlu RI, Judha Nugraha mengatakan, tak lama setelah kejadian tersebut, Kemlu segera melakukan koordinasi dengan berbagai pihak kemudian melakukan pemanggilan terhadap KUAI Kedubes PNG pada Rabu (24/8).

"Pada kesempatan tersebut, Kemlu sangat menyesalkan insiden yang mengakibatkan meninggalnya nelayan Indonesia atas nama Sugeng, yang merupakan nahkoda dari KMN Kalvin 02," katanya.

Judha menyatakan Kemlu telah meminta klarifikasi dari pemerintah PNG dan menyerukan investigasi secara menyeluruh, serta penegakan hukum yang sesuai dengan hasil penyelidikan.

"Kami meminta hukuman yang tegas jika ditemukan pelanggaran, termasuk kemungkinan penggunaan kekuatan yang berlebihan atau excessive abuse force," ujarnya.

Dalam tanggappannya, KUAI Kedubes PNG menyampaikan turut berbela sungkawa atas meninggalnya nelayan WNI di wilayah teritorialnya. Kedubes PNG juga telah mengkonfirmasi adanya patroli rutin pada saat insiden terjadi.

Bersamaan dengan itu, Kemlu juga meminta akses kekonsuleran dan konfirmasi mengenai penahanan dua kapal WNI lainnya yaitu KMN Arsila 77 yang diawaki oleh tujuh kru dan KMN Baraka Paris yang diawaki oleh enam kru.

Permintaan tersebut akan segera disampaikan oleh KBRI di Port Moresby kepada pemerintah PNG.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Gus Lilur Ungkap Pencatutan Nama Prabowo di Muktamar NU, Duit Ratusan Miliar Diduga Mengalir

Minggu, 27 September 2026 | 22:06

DIM RUU Ketenagakerjaan Membengkak

Minggu, 27 September 2026 | 20:53

Semarak Diwali Mulai Terasa di Jakarta Lewat Diwali Bazaar 2026

Minggu, 27 September 2026 | 20:30

Syarat Capres Didukung Minimal Dua Fraksi Bisa Mengunci Suara Rakyat

Minggu, 27 September 2026 | 19:52

Ustaz Das’ad Latif Ajak Warga Hidup Sesuai Kemampuan

Minggu, 27 September 2026 | 19:31

Di Malaysia, Utusan MUI Sampaikan Pesan Kemerdekaan untuk Palestina

Minggu, 27 September 2026 | 19:17

DPD Geram, Buku Memburu Muhammad Diduga Lecehkan Agama Islam

Minggu, 27 September 2026 | 18:50

Setelah Viral, Dishub Sidak Tarif Valet di Jaksel

Minggu, 27 September 2026 | 18:31

Mantan Bendahara PPP Habil Marati Wafat

Minggu, 27 September 2026 | 18:17

Dugaan Penyelewengan Bantuan Kemanusiaan di Kamp Tindouf Mencuat

Minggu, 27 September 2026 | 17:41

Selengkapnya