Berita

Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto/Net

Politik

Kuat di Bidang Ekonomi, Airlangga Hartarto Tinggal Cari Pasangan Penguat Politik untuk Maju Pilpres 2024

KAMIS, 25 AGUSTUS 2022 | 16:33 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Tidak keliru ketika masyarakat menaruh harapan pada Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto untuk menjadi calon presiden pada Pemilu Serentak 2024 nanti.

Pengamat Politik Centre for Indonesia Strategic Actions (CISA) Herry Mendrofa, selain punya kendaraan politik Partai Golkar, Airlngga juga bisa memenuhi harapan masyarakat dengan kemampuannya di tengan pemulihan ekonomi akibat dampak pandemi Covid-19 dan dinamika global yang terjadi.

Menurutnyam dalam kondisi ekonomi saat ini yang sulit dan tahun 2024 mendatang, Indonesia membutuhkan sosok seperti Airlangga Hartarto karena pengalamannya di bidang ekonomi akan membawa perubahan yang lebih baik bagi Indonesia.


"Kalau untuk mencari pemimpin 2024 yang mengerti tentang ekonomi,  menurut saya Airlangga Hartarto sudah tepat, karena pengalaman beliau di bidang ekonomi sudah cukup baik," kata Herry kepada wartawan, Kamis (24/8).

Herry mengatakan, tren elektabilitas berdasarkan hasil survei INES, membuktikan bahwa peluang Airlangga sangat besar. Pasalnya,  Airlangga telah bekerja sangat baik saat ini dalam membantu Presiden Joko Widodo dalam menggerakkan sektor ekonomi.

"Kalau kita lihat hasil survei INES bukti bahwa Airlangga memiliki peluang untuk di Pilpres 2024, yang melanjutkan Jokowi," jelasnya.

Meskipun Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) yang dimotori Golkar bersama PAN dan PPP belum terlihat pengaruhnya, lanjutnya, kemampuan Airlangga dalam pertumbuhan ekonomi sudah teruji dan jalan sebagai Capres 2024 sangat besar,

"Kemampuan Airlangga dalam membangun pertumbuhan ekonomi sudah teruji, jika nanti sebagai capres, maka Airlangga tinggal mencari pasangan yang kuat di politik," pungkasnya.

Populer

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Modal Asing Keluar Rp7,71 Triliun, BI Catat Tekanan di SBN pada Pertengahan Januari 2026

Jumat, 16 Januari 2026 | 08:05

Dolar AS Menguat ke Level Tertinggi Enam Pekan

Jumat, 16 Januari 2026 | 07:56

Kejauhan Mengaitkan Isu Ijazah Jokowi dengan SBY–AHY

Jumat, 16 Januari 2026 | 07:48

RUU Perampasan Aset Jangan Jadi Alat Menyandera Lawan Politik

Jumat, 16 Januari 2026 | 07:40

Jenazah 32 Tentara Kuba Korban Serangan AS di Venezuela Dipulangkan

Jumat, 16 Januari 2026 | 07:33

Bursa Eropa: Efek Demam AI Sektor Teknologi Capai Level Tertinggi

Jumat, 16 Januari 2026 | 07:16

Emas Tak Lagi Memanas, Tertekan Data Tenaga Kerja AS dan Sikap Moderat Trump

Jumat, 16 Januari 2026 | 07:06

Wajah Ideal Desa 2045

Jumat, 16 Januari 2026 | 06:50

TPU Tegal Alur Tak Tersangkut Lahan Bersengketa

Jumat, 16 Januari 2026 | 06:23

Kemenkes Siapkan Rp1,2 Triliun untuk Robotik Medis

Jumat, 16 Januari 2026 | 06:04

Selengkapnya